Suara Komunitas Film Sumut




KomFil Sumut terbentuk dari suara Komunitas :

1. Agung Film Maker
2. Kendy Pro
3. RUFI Community
4. Manu Project Pro
5. Mata Sapi Films
6. Opique Pictures
7. Kompaz Pro
8. Dharma Teta
9. Aron Arts
10. Intermedia Project
11. Mataniari
12. Red Point
13. BMS
14. Semesta
15. SFD Indonesia
16. CZ
17. Media Identitas
18. Lantai 2 Art
19. AF-Indi
20. OnEto Films
21. Dll

Kalau ada yg mau menambahkan dipersilahkan, group ini dari kita untuk kita. Pada tanggal, 08 Februari 2013 untuk mewujudkan program bersama dengan TVRI Sumut. sentral informasi di rumah ide media identita.

Alamat : Jl. Jati No. 73 Teladan Timur, Medan
Telp : 061-77196644
Email : komunitasfilmsumaterautara@gmail.com


Pemutaran Film Marjinal Produksi Opique Pictures Melangkah Keluar Kota Medan


Opique Pictures masih semangat memutarkan film berdurasi panjang mereka. tampak pada sabtu lalu (23/2) komunitas film indie ini memutarkan film marjinal yang ke-11 kali kepada publik. pemutaran layar tancap kali ini tampak berbeda dari sebelumnya. karena pemutaran kali ini diadaakan pada acara pernikahan ketua panitia festival film anak 2012. didepan rumah kediaman Ismail Marzuki bilangan Padang Tualang - Kabupaten Langkat. dapat dikatakan ini merupakan pemutaran film marjinal di luar kota medan.

bukan opique pictures namanya kalau hanya memutarkan film marjinal. namun juga di isi dengan pemutaran film "menatap layar atap" produksi Komfaz prod. pada acara tersebut hadiri oleh Wale-Wale Bhee prod dan juga komunitas film asal langkat yaitu Komunitas Fila.

walau larut malam pemutaran film di putar namun antusias warga tampak jelas menikmati film-film indie tersebut. mereka menyaksikan film hingga selesai. apresiasi yang sangat luar biasa yang di rasakan ketua komunitas Opique Pictures. "awalnya memang khawatir kalo sampe gak ada yang nonton, tapi ternyata ini lebih yang aku rasakan, walau tuk pemutaran kali ini sutradaranya gak hadir. ya krena ini juga berjalan pada jam aktif kerja. wajar aja aku bisa disini, namanya juga aku pengangguran, hehhehee". ungkap Taufik yang tampak kelelahan saat kami menemuinya di seusai pemutaran.

kali ini bukan hanya konsep acara yang berbeda, sesuatu yang tidak terpikirkan pun terjadi. pada bagian terakhir film marjinal, tampak pria tua yang sedang mabuk menghampiri area pemutaran. dengan jalan sempoyongan sembari meminta diputarkannya lagu dangdut. Fitria Wulandari selaku sekretaris opique pictures pun tampak kesulitan tuk menutup acara pemutaran tersebut. dikarenakan waktu yang telah menunjukan waktu setengah 2 dini hari tanpa panjang lebar mereka mengakhiri pemutaran tersebut.

salah seorang anggota komunitas film indie langkat (Fila) mengatakan : "filmnya uda top bang, aku pengen juga buat film panjang. tapi liat kondisi aku saat ini agak sulit juga krena uda di kelas 3 aku saat ini". ujar Rangga yang baru-baru ini di nobatkan sebagai kameramen terbaik film dokumenter dalam ajang festival film anak 2012 lalu.

Pemutaran Film Marjinal ke-10 di YPI Amir Hamzah


Film "marjinal" merupakan film panjang pertama produksi opique pictures yang di sutradarai oleh M Ridho Pratama. komunitas ini didirikan oleh beberapa orang muda saat mereka duduk di usia SMA di sekolah tersebut pada tahun 2008.

pemutaran ini bekerjaasama antara opique pictures dan komfaz production komunitas film yang ada di sekolah para juara jalan meranti no 1 Medan. sejak pukul 09.00 wib komfaz production mereka mempersiapakan aula tersebut mengubahnya menjadi ruang pemutaran film sederhana. orgenize yang di pimpin oleh Muhammad Irgi (16) berjalan sangat kondusif. ratusan pasang mata menghadiri pemutaran tersebut. seluruh tiket habis terjual.

tepat pukul 13.30wib pintu aula telah dibuka. bukan hanya pemutaran film yang di isi. pembukaan acara tersebut pun di mulai oleh penampilan Nafi Crew membawakan lagu berjudul Cinta Kedua, yang di isi oleh Fitria Wulandari dan Nadya Sahara Nst. di lanjutkan pula dengan pemutaran film film "Mantap" (Menatap Layar Atap) produksi original Komfaz Production.

acara yang di dibawakan oleh M Ali Akbar dan Fitria Wulandari disambut meriah oleh seluruh penonton, bukan hanya siswa guru dan juga kepala sekolah juga menikmati acara tersebut. sambutan ketua panitia Muhammad Irgi sebagai penanda acara ini telah dibuka.

menutut M Taufik Pradana selaku perwakilan komunitas opique pictures penonton di amirhamzah itu cerdas. "penonton amirhamzah sejauh ini merupakan penonton yang cerdas, karena aku liat saat adegan lucu mereka tertawa, saat adegan sedih mereka termenung dan saat adegan mesra mereka histeris, mungkin yang teriak pada jomblo, hehhehehehe". ujar alumni amirhamzah stambuk 2009 ini.



agar tampak berbeda, setelah pemutaran tersebut diadakannya diskusi singkat membedah pesan yang tersirat dalam film yang mengutamakan realita sosial kaum pinggiran kota medan. Drs. Nazaruddin (45) Kepala Sekolah SMK YPI Amirhamzah menuturkan : "secara keseluruhan filmnya sudah cocok, dimana tempat, pemain, dan bahasa sangat pas sekali dengan kaum marjinal. tuk adegan sholat cukup bagus dengan narasi ayat sholatnya. tapi yang kurang saya lihat tu pencahayaan dan juga suaranya masih banyak yang kurang. menurut saya tuk adegan merokok juga lebik baik dikurangi jangan terlalu banyak di tampilkan.dalam film ini juga saya lihat banyak unsur pendidikannya sehingga ini bukan hanya tontonan biasa namun juga sebagai tuntunan.




"kendala tuk mengadakan pemutaran ini memang banyak juga kendala yang kami hadapi, ya seperti pengadaan tikar, alat dan semua media pendukung sulit tuk kumpuli, tapi dari penyelenggaraan ini ya kami bisa belajar mandiri dan bertangguang jawab. dari keseluruhannnya yang paling penting adalah kekompakan team panitia sehingga semua ini terlaksana hingga berjalan sukses. dan yang paling menarik adalah disini kami bisa membuat yang lain bahagia dari acara ini.ini pengalaman pertama kami tapi atas dukuangan pihak sekolah jadi ya semu jadi lebih mudah". ujar ketua panitia Muhammad Irgi anggota aktif dari komunitas Komfaz Production.






penutupan acara diakhiri photo bersama oleh team produksi dan pemain film marjinal opique pictures, komfaz production, nafi crew, duck's community beserta guru-guru dan kepala sekolah SMK YPI Amir Hamzah.

Sumber

Rozi KalimsBakils - natural



Rozi KalimsBakils saat ini sedang menjalankan sebuah pendidikan di yayasan pendidikan islam amirhamzah. pria berbadan buntal ini lahir pada tahun 1995 yang saat ini sedang aktif di komunitas movie maker indie komfaz prodaction. selain aktif di dunia film, rozi juga sedang aktif di dunia musik khususnya aliran rap.

pada kesempatan ini rozi menunjukan kemampuannya dalam sebuah video clip dengan lagu galau berjudul natural covering dari band nasional D'nasiv. clip ini di produksi oleh komunitas movie maker indie opique pictures yang di sutradarai oleh m taufik pradana dan juga langsung di editing oleh m taufik pradana pria beambut ikal ini.
Ku suka kamu apa adanya
Senatural mungkin aku lebih suka
Ku suka kamu begini saja
Bukan karena ada apa-apanya dari yang kau punya
Aku hidup di dunia
Ingin tenang baik-baik saja
Bersamamu aku bisa melewati itu

Bukan aku yang mencarimu
Bukan kamu yang mencari aku
Cinta yang mempertemukan
Dua hati yang berbeda ini

Ku suka kamu apa adanya
Senatural mungkin aku lebih suka
Ku suka kamu begini saja
Bukan karena ada apa-apanya dari yang kau punya

Aku hidup di dunia
Ingin tenang baik-baik saja
Bersamamu aku bisa melewati itu, melewati itu

Bukan aku yang mencarimu
Bukan kamu yang mencari aku

Cinta yang mempertemukan
Dua hati yang berbeda ini

Cinta yang mempertemukan
Dua hati yang berbeda ini

Bukan aku yang mencarimu
Bukan kamu yang mencari aku
Cinta yang mempertemukan
Dua hati yang berbeda ini
Dua hati yang berbeda in

Sumber

16 Adegan Gerak Lambat Yang Paling Diingat

Gerak lambat dalam film terbukti mampu meningkatkan tensi adegan, mendramatisasi, dan di atas itu semua, membuat sebuah adegan terlihat lebih keren. Banyak film aksi telah menggunakan metode ini untuk menampilkan adegan aksi di dalamnya. THE MATRIX hingga saat ini menjadi film yang paling sukses dalam menampilkan gerak lambat.
Dalam beberapa tahun terakhir beberapa film menggunakan efek tersebut untuk meningkatkan kualitas filmnya. Taruhlah adegan perkelahian, tembak-menembak menjadi sangat dramatis dengan adanya efek ini.
DREDD menjadi film terbaru yang memasukkan efek ini ke dalam cerita. Di dalamnya penonton bisa melihat betapa serunya aksi tembak-menembak dalam gerak lambat.
Ada banyak lagi adegan yang seperti itu dalam perfilman Hollywood. Berikut ini 16 di antaranya. Simak dengan lambat!
1. DREDD

DREDD menampilkan salah satu adegan gerak lambat yang terhitung brutal. Di dalamnya Dredd menyerbu sebuah kamar yang berisi para pecandu bersenjata yang sedang mabuk obat-obatan terlarang. Saking lambatnya, percikan darah dari korban tembakan Dredd terlihat dengan jelas. Ini hanya sebagian saja, masih ada banyak lagi di sepanjang film.

2. BLADE RUNNER

Fiksi ilmiah klasik garapan Ridley Scott ini banyak menggunakan adegan gerak lambat. Dan yang paling dramatis di antara banyak adegan lambat tersebut adalah saat sang tokoh utama, Deckard (Harisson Ford) menembak replikan yang sedang menerobos jendela.

3. 2001: A SPACE ODYSSEY

Bicara film fiksi ilmiah tak bisa lepas dari mahakarya Stanley Kubrick 2001: A SPACE ODYSSEY. Film ini banyak menyertakan adegan gerak lambat untuk adegan yang tepat. Salah satu yang paling dikenal adalah pada saat adegan pembuka di mana monyet-monyet melemparkan tulang ke udara. Meski secara simbolis, adegan tersebut menyiratkan evolusi serta agresi hingga akhirnya berakhir di petualangan luar angkasa.

4. 300

Film Zack Snyder yang diadaptasi dari novel grafis Frank Miller ini menggunakan gerak lambat untuk menonjolkan kualitas grafisnya. Tak hanya itu, gerak lambat juga menjadi ciri khas tersendiri untuk adegan pertarungan pedang ala film 300. Konsep ini langsung disukai oleh para penontonnya.

5. RESIDENT EVIL: AFTERLIFE

RESIDENT EVIL sudah sejak lama menjadi pengguna setia adegan gerak lambat untuk mendramatisir adegan dalam filmnya. Namun baru pada seri ke-4, film ini menyajikan banyak sekali adegan gerak lambat Alice dan kawan-kawan saat menembaki zombie. Lega rasanya melihat zombie terkalahkan dalam gerak lambat.

6. SWORDFISH

Film aksi yang tenar karena Halle Berryberani topless di dalamnya ini juga dikenal karena adegan ledakan bombastisnya dalam gerakan lambat. Dengan memutar kameranya 360 derajat, maka adegan gerak lambat ini menjadi sangat mendebarkan untuk disaksikan.

7. WATCHMEN

Adegan pembuka WATCHMEN tak diragukan lagi adalah satu dari banyak adegan pembuka terbaik. Zack Snyder menggunakan banyak adegan gerak lambat dramatsi untuk menikmati betapa film superhero yang digarapnya selain penuh aksi juga sangat kelam penokohannya.

8. SCOTT PILGRIM VS THE WORLD

Diangkat dari komik berjudul sama, film ini digarap dengan pendekatan layaknya video game yang bertabur banyak adegan gerakan lambat. Ditambah dengan efek lucu dan adegan pertarungan slapstick mirip dalam game, seluruh gerakan slow motionnya sukses menghibur penonton.

9. INCEPTION

Christopher Nolan berhasil membuatpenonton terhenyak lewat konsep cerita serta adegan gerak lambat yang disajikannya ketika para tokohnya berada di dunia mimpi. Salah satu yang berhasil mengagetkan penonton adalah saat Cobb (DiCaprio) berada di cafe dengan banyak ledakan. Dan tentu saja adegan ketika mobil merek jatuh dari jembatan.

10. SHERLOCK HOLMES

Robert Downey Jr menghadirkan sosok Sherlock Holmesyang lebih banyak bermain tangan dari Sherlock yang lain. Dalam film garapan Guy Ritchie ini, Holmes juga piawai dalam bertarung dengan tangan kosong. Dengan otaknya yang sangat cerdas, dalam pikirannya ia bisa melihat prediksi pertarungannya dalam gerakan lambat.

11. THE MATRIX
http://theathleticnerd.com/wp-content/uploads/2010/07/the-matrix-bullet-time.jpg
THE MATRIX menjadi pioner film laga yang mengedepankan gerak lambat sebagai aksi utamanya. Dengan begitu banyak terobosan seperti salah satunya adegan Neo menghindari peluru, adegan gerak lambat THE MATRIX semua keren.

12. ZOMBIELAND

ZOMBIELAND adalah horor komedi terbaik tentang zombie selepas SHAUN OF THE DEAD. Adegan pembukanya secara unik menggambarkan kepanikan warga kota yang melarikan diri dari zombie... dan semua dalam gerakan lambat.

13. WANTED

Film adaptasi komik ini membawa adegan bullet time seperti dalam THE MATRIX ke tingkatan yang lebih tinggi. Selain menampilkan adegan peluru menembus gedung yang jaraknya ratusan meter, adegan yang paling diingat adalah ketika Wesley (James McAvoy) menggampar rekan kerjanya dengan keyboard komputer. Tuts keyboard berhamburan dalam gerak lambat.
14. THE FALL

Adegan pembuka dalam gerak lambat satu ini lebih menekankan pada sisi artistik. Tarsem Singh menunjukkan seberapa ekstrim adegan gerak lambat bisa dihadirkan dalam kisah fantasi satu ini.
15. SPIDER-MAN

Konsep kekuatan super Spider-Man memang pas dengan konsep gerak lambat. Sam Raimi pun melakukan pekerjaan yang tepat dengan memasukkan gerakan lambat dalam salah satu adegan filmnya. Dengan gerak lambat, penonton diajak untuk merasakan bagaiamana rasanya menjadi manusia laba-laba
16. THE ONE

Filmnya memang tak terlalu laris namun adegan aksi di dalamnya sangatlah padat dan sarat adegan gerak lambat. Meski terkadang adegan gerak lambat tersebut terlalu berlebihan, dan terkesan mengekor THE MATRIX, yang belum lama berselang rilisnya, film ini tetaplah menghibur.
 
 

10 Kisah Cinta Pahit Dalam Film Romantis

Kisah cinta tak selamanya indah dan diakhiri pernyataan 'dan mereka bahagia selamanya...'. Kisah cinta juga pahit. Dan itulah yang ditawarkan oleh beberapa film pilihan ini.

10 film berikut bukan hanya berbicara tentang manisnya cinta. Namun juga berbicara tentang hidup sesungguhnya yang meliputi kehilangan, perih dan sakitnya hati karena sesuatu bernama cinta.

Berikut adalah 10 kisah cinta pahit dalam film drama romantis.

1. (500) Days Of Summer [2009] 

 

Dengan pemaparan tak biasa (500) DAYS OF SUMMER berkisah tentang pria bernama Tom yang jatuh cinta dengan gadis cantik bernama Summer. Sayangnya Summer tak menginginkan hubungan serius dengan Tom alias ingin hubungan tanpa status saja.

Suatu hari Summer merasa bosan dengan Tom dan hubungan mereka. Gadis tersebut memilih pergi dan meninggalkan Tom dalam keadaan hancur.
Berbulan-bulan kemudian takdir mempertemukan Summer dengan Tom. Bukannya bahagia, Tom malah semakin hancur saat sadar gadisnya itu telah bertunangan dan akan menikah dengan pria lain.

2. Amour [2012]

Georges dan Anne adalah pasangan senja berusia 80-an. Suatu pagi di tengah sarapan, Georges mendapati istrinya diserang stroke ringan. Sejak itulah hidup mereka tak lagi sama.
Dengan begitu sabar, Georges merawat Anne yang semakin parah bahkan bertingkah laku seperti anak kecil. Karena cinta dan tak tahan melihat Anne terus tersiksa dengan kondisinya saat ini, Georges pun memutuskan untuk membunuh sang istri

3. My Sassy Girl [2001]

Film yang dibintangi Cha Tae Hyun dan Jun Ji Hyun ini berkisah tentang pertemuan antara Gyun Woo dengan seorang gadis tempramental di peron stasiun kereta
Lewat serangkaian kejadian tak menyenangkan yang disebabkan ulah gadis tersebut, Gyun Woo menyadari perasaan tak biasa tumbuh. Hingga pada suatu hari mereka memutuskan untuk berpisah dengan mengubur surat kaleng di bawah sebuah pohon di atas bukit. Mereka berjanji akan bertemu lagi untuk membaca surat tersebut.
Hari itupun tiba, namun sang gadis tak menepati janji. Tinggallah Gyun Woo sendiri membaca isi surat kaleng. Dalam surat tertulis jika sang gadis berusaha move on melupakan pacarnya. Jika dia datang, itu artinya dia berhasil move on.

4. P.S. I Love You [2007]

P.S. I LOVE YOU adalah film yang diadaptasi dari novel laris karangan Cecelia Ahern. Berkisah tentang Holly (Hilary Swank) yang mendapatkan hadiah ulang tahun berupa surat-surat dari sang suami yang meninggal karena kanker.
Uniknya, surat tersebut harus dibaca sesuai instruksi sang suami. Tanpa disadari surat-surat tersebut menuntut Holly untuk kembali ceria setelah kepergian suami tercinta. Menuntut Holly menemukan cinta yang baru.

5. Titanic [1997]

Siapa yang tak tahu tragedi tenggelamnya kapal Titanic. Tenggelamnya kapal ini diliputi kisah cinta abadi antara Jack dan Rose yang tak lekang oleh waktu walau kebenarannya masih belum akurat.

Film arahan James Cameron ini berhasil memboyong 11 Oscar pada Academy Awards tahun 1998 termasuk dalam kategori best director dan best picture.
Momen paling biru adalah saat Rose yang sudah renta berjalan menuju dek kapal dan membuang kalung Heart of The Ocean tepat di mana Jack, kekasih yang ia cintai, menghembuskan napas terakhir. Lalu saat tertidur, Rose menjelma menjadi gadis berusia 17 tahun dan bertemu dengan Jack dalam mimpi. Dan Rose pun tak pernah bangun lagi.

6. You Are The Apple Of My Eye [2011]
http://www.fmoviemag.com/c/media/k2/items/cache/65672688a4f4c8a57ea38e20056bdce1_M.jpg
YOU ARE THE APPLE OF MY EYE adalah coming of age Taiwan terlaris yang diadaptasi dari novel best seller rekaan Giddens Ko. Berkisah tentang Ko Ching Teng, siswa SMA bandel dan yang berhasil mendapatkan perhatian gadis pintar pujaan semua cowok di kelas, Shen Jia Yi.

Sayangnya sampai mereka lulus, Ching Teng tak pernah menyatakan rasa sukanya pada Jia Yi hingga akhirnya gadis tersebut menikah dengan pria lain.
Ending film ini ditutup dengan tingkah konyol Ching Teng yang mencium bibir Jia Yi dengan mesra di malam gadis tersebut menikah. Walau hal tersebut tak mengubah keadaan Ching Teng.

7. American Beauty [1999]

Lester dan Carolyn Burnham adalah pasangan bahagia. Tidak, ternyata mereka tidak bahagia. Di balik topeng tersebut pasangan ini memiliki borok-borok yang tak tahu bagaimana menanggulanginya.
Film yang dibintangi oleh Kevin Spacey ini diakhiri dengan kematian Lester setelah mendapati sang istri berselingkuh dengan rekan kerjanya.
AMERICAN BEAUTY menyabet 5 piala Oscar lewat kategori best director untuk Sam Mendes, best picture, best cinematography, best screenplay dan terakhir best actor in a leading role untuk Spacey.

8. The Curious Case Of Benjamin Button [2008]

Film yang menyabet 3 piala Oscar pada Academy Awards 2009 ini bercerita tentang Benjamin Button (Brad Pitt) yang mempunyai penyakit aneh: yakni semakin dewasa, dirinya terlihat semakin muda.

Perubahan tersebut berdampak pada daya ingat Button. Karena semakin muda ia malah melupakan jalinan kisah cinta yang dia rajut bersama kekasihnya, Daisy. Bagian paling mengharukan adalah saat Button menjadi bayi dan meninggal di pelukan Daisy.

9. City Of Angels [1998]


Film yang dibintangi Nicolas Cage dan Meg Ryan ini berkisah tentang dokter bernama Maggie yang jatuh cinta dengan Seth. Yang tak diketahui oleh Maggie, Seth ialah satu di antara banyak malaikat pencabut nyawa di dunia.
Agar cinta mereka abadi, Seth disarankan untuk menjadi manusia oleh mantan malaikat yang membelot. Segala cara pun dilakukan Seth agar menjadi manusia demi menikahi Maggie. Sayangnya saat dia berhasil menjadi manusia, malaikat lain mencabut nyawa Maggie.


10. Sweet November [2001]

Nelson adalah pria yang memilih hidup untuk dirinya sendiri. Pertemuan dengan Sara membuat jalan pikiran Nelson berubah. Sayangnya hari demi hari yang akan berakhir di bulan November membatasi kisah yang diharapkan indah tersebut.
Film diakhiri oleh adegan perpisahan memilukan antara Sara dan Nelson. Di mana wanita tersebut memilih tinggal bersama keluarganya sebelum penyakit yang diderita merenggut hidupnya.

Komunitas Film Indie Berkarya di Tengah Keterbatasan

Para kru Opique pictures, Dharma Teta, Komfaz Prod dan WWBP berpose seusai syuting film fiksi berjudul EGO, di kawasan Jln. Danau Singkarak, Medan. tepatnya rumah kakek kandung dari salah satu orang film di ibukota, yaitu Adenin Adlan.

Potensi film indie di Kota Medan cukup besar. Sayang, dukungan dari pemerintah maupun pihak swasta masih sangat minim. Para sineas (sutradara) jenis film inipun harus rela berkarya di tengah keterbatasan.

Bagi penggemar film, tentu sudah mengetahui beberapa jenis film dilihat dari proses pembuatan hingga pemasaran. Ada yang menyebutkan dengan film komersil, film dokumenter maupun film indie.

Untuk film komersil, tentu karya sutradara-sutradara Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Bah kan sudah banyak film Indonesia yang sukses menembus pasar dunia. Sebut saja film laga The Raid yang sukses me nembus box office Amerika Serikat dan Kanada serta 50 negara lainnya. Setelah The Raid, film Indonesia lainnya mulai mengikuti dan dilirik pasar internasional. Lantas bagaimana dengan perkembangan film indie? Film independen atau biasa di sebut indie sebenarnya banyak juga yang berjaya di luar negeri.

Misalnya, film Revolusi Harapan karya Nanang Istiabudhi yang mendapatkan Gold Medal untuk kategori Amateur dalam The 39th Brno Sexten In ternational Competition of  NonComercial Featur and Video di Republik Cekoslovakia (1998). Selain itu, film Novi garapan Asep Kusdinar masuk nominasi dalam Festival Film Henry Langlois, Perancis (1998). Dalam Singapore Internasional Film Festival (1999), lima film pendek Indonesia ikut berlaga, yakni film Novi karya Asep Kusdinar, Jakarta 468 karya Ari Ibnuhajar, Sebuah Lagu garapan Eric Gunawan, Revolusi Harapan kreasi Nanang Istiabudhi, dan Bawa Aku Pulang buah karya LonoAbdul Hamid. Film indie adalah film fitur yang dibuat sebagian besar di luar studio film besar.

Munculnya film indie bermula dari kejenuhan seorang film maker yang terpengaruh gerakan film di Prancis era 1950 hingga 1960an, yakni John Cassavette. Kebosanan Cassavettes atas tema-tema film Hollywood  yang kerap mengedepankan populisme, patriotisme, drama, romantik dan kekerasan di wujud kan dalam film pertamanya yang kontroversial, yakni Shadows pada 1962. Sejak itu, istilah film indie mulai di lirik di Amerika.

Seiring perkembangannya, film indie kemudian mendapat tempat di hati penonton di negara-negara maju, seperti Meksiko, Australia, Jerman, Perancis, Inggris, Iran, dan Jepang. Di Indonesia sendiri, film indie sudah mulai dikenal pada tahun 1970-an seiring berdirinya Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Pada saat itu, mulai popular media film 8 mm yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. DKJ kemudian sering membuat Lomba Film Mini yang mengakomodasi munculnya film-film pendek buatan para amatir, para seniman di luar film, dan mahasiswa.

Pada awal tahun 1980-an lalu muncul Forum Film Pendek (FFP) yang digagas oleh banyak orang, khususnya para seniman di luar film dan kalangan industri film. Forum ini cukup bisa menciptakan isu nasional dan banyak melakukan pemutaran film dan apresiasi film hingga ke Kota Medan. Meski demikian, film indie baru pupuler di Indonesia pada 1999 setelah berdirinya Komunitas Film Independen (Konfiden). Komunitas ini di deklarasi kan dengan mengadakan kegiatan Festival Film dan Video Independen di Indonesia yang sudah dilakukan dua kali, yakni pada 1999 dan 2000.

Sejak itu, mulai bermunculan lembaga nirlaba film indie di kota-kota besar di Indoesia. Seperti Bandung Independent Film dan Komunitas Film Yogyakarta. Para anak-anak muda Kota Medan pun tak mau kalah. Terutama di kalangan mahasiswa yang tertarik mencoba-coba membuat film indei dengan peralatan seadanya. Saat ini sedikitnya terdapat 60 komunitas film indie di Kota Medan dengan ratusan karya. Tema-tema yang diangkatpun beragam, mulai dari kehidupan sosial, persahabatan dan tentunya kultur budaya daerah ini.

Memang, tidak diketahui pasti tahun berapa film indie mulai berkembang di kota ini. Namun berdasarkan penuturan beberapa komunitas film indie, setidaknya selama 10 tahun terakhir sudah mulai tampak geliat film indie di ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini. Onny Kresnawan, salah satu sineas film indie Kota Medan mengatakan, film indie sudah mulai berkembang di Kota Medan sejak tahun 2000an. “Sejak itu sudah mulai ada anak muda yang produksi film, termasuk saya yang mulai fokus pada 2004. Saat itu, sudah banyak sineas-sineas atau film maker indie ini,” katanya kepada SINDO baru-baru ini.

Onny yang sudah berkecimpung di dunia film indie ini selama delapan tahun terakhir menilai perkembangan film indie di Kota Medan sebenarnya cukup pesat. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya film asal daerah ini yang ikut serta dalam festival-festival film. Bahkan sineas dari daerah ini sudah bisa menyelenggarakan festival layaknya festival film di daerah lain, khususnya Jakarta. Di sini sudah ada even festival film anak (FFA) yang diadakan setiap tahun dan sudah memasuki tahun keenam pada tahun ini.

Namun sayang, seluruhnya masih dilakukan secara saadaya oleh komunitas film indie. Belum ada bantuan konkrit dari pemerintah. Termasuk tempat sebagai lokasi syuting, apalagi untuk pemutaran film. Padahal, cukup banyak talenta anak-anak muda di kota ini dari berbagai kultur yang bisa diangkat sebagai cerita film indie. Sejatinya, pemerintah pernah menjanjikan akan menggelar festival film setiap tahun di Medan setelah penyelenggaraan Festival Film Kearifan Budaya Lokal yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumut Agustus tahun lalu .

Namun, hingga kini belum ada lanjutannya sampai sekarang. Alhasil, pemerintah hanya membantu sekali selebihnya merupakan hasil kerja dari sineas-sineas film yang ada. “Film indie Medan hanya butuh fasilitas pendukung. Kalau pun tidak dari pemerintah, swasta juga bisa membantu,” kata pria yang pernah meraih penghargaan untuk film Suara di Balik Tembok dan Goresan Anak Pemulung. M Taufik Pradana, 21, salah seorang pembuat film indie yang tergabung dalam Opique Pictures mengaku awalnya hanya mencoba-coba membuat sebuah film.

Dengan alat kamera seadanya yang beresolusi sangat rendah, dia bersama teman-temannya mulai memproduksi sebuah film. “Benar-benar seadanya saja dandurasinya juga tidak lama. Kami pakai kamera alakadarnya dan dipindahkan ke komputer untuk diedit. Walaupun mega pixelnya kecil, tapi kualitasnya cukup baik. Jadi pengeditan masih bisa dilakukan dengan baik,” ujarnya. Meski serba terbatas, tapi seluruh tim Opique Pictures terus mengeksplor kemampuan walaupun hanya sekadar berbekal ilmu dan informasi seadanya.

Maklum waktu itu masih sangat sedikit orang yang tertarik dengan film indie dan belum ada lembaga yang bisa membantu. “Bagi kami yang terpenting adalah bagaimana menyampaikan ideologi yang disampaikan melalui film bisa sampai kepada masyarakat. Kami terus berkarya walaupun informasi dan alat sangat minim,” ujarnya.

Tak hanya Opique Pictures, komunitas-komunitas lain juga terus memproduksi film. Pada umumnya dikirimkan ke festival-festival. Tak sedikit juga yang menyabet penghargaan. Bahkan baru-baru ini Kemente rian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif datang ke kota ini dalam rangka roadshow film dengan mengundang komunitas film indie Medan. “Banyak sineas Medan yang dapat penghargaan karena film-filmnya. Kami terus menggali kemampuan kami,” ujarnya.

Ya, perlahan tapi pasti para pembuat film indie ini terus meng hasilkan karya-karya dengan harapan konten yang di sampaikan dalam film bisa sampai kepada masyarakat. Tak sedikit juga hasil karya tersebut di ikutsertakan dalam festival yang digelar penyelenggara lokal maupun nasional dan memenangkan beberapa penghargaan.

“Pada umumnya komunitas memproduksi film untuk kemudian di ikutsertakan kefestival. Dari festival itu kami ingin memperkenalkan mengenai komunitas film indie yang ada di kota ini. Kalau kemudian ada sponsorship bersedia memasarkan film lebih luas, tentu lebih bagus. Tapi, sejauh ini kami tetap dengan ideologi kami dengan tidak komersil,” ucapnya. - jelia amelida