Tahap – Tahap Memproduksi / Membuat Film


Sebelum membuat cerita film, kita harus menentukan tujuan pembuatan film. Hanya sebagai hiburan, mengangkat fenomena, pembelajaran/pendidikan, dokumenter, ataukah menyampaikan pesan moral tertentu. Hal ini sangat perlu agar pembuatan film lebih terfokus, terarah dan sesuai. Mengembangkan naskah ke dalam program video siap pakai melalui tahapan-tahapannya : Tahap Pra Produksi, Tahap Produksi, Tahap Pasca Produksi
Dalam produksi film sangat erat kaitannya dengan kerabat kerja atau tim atau crue pelaksana pembuatan film dan deskripsi kerjanya masing-masing. Adapun tim tersebut dapat terdiri atas :
  1. Produser, Bertugas memimpin dan mengarahkan keseluruhan
  2. Sutradara ( proses pembuatan film.)
  3. Script Writer Bertugas membuat Ide cerita, Pencetus atau pemilik ide cerita pada naskah film.
  4. Penulis skenario/ menterjemahkan ide cerita ke dalam bahasa visual gambar atau skenario.
  5. Kameramen, Bertugas mengambil gambar atau mengoperasikan kamera saat shooting.
  6. Lighting Bertugas mengatur Tata cahaya ( pencahayan dalam produksi film.
  7. Tata musik (music director), Bertugas membuat atau memilih musik yang sesuai dengan nuansa cerita dalam produksi
  8. film.costume designer, Bertugas membuat atau memilih kostum atau pakaian yang sesuai dengan nuansa cerita dalam produksi film.
  9. Make up Artist, Bertugas mengatur make up yang sesuai dengan nuansa cerita dalam produksi film.
  10. Tata suara dan (sound recorder), Bertugas membuat atau memilih atau merekam suara dan efek suara yang sesuai dengan nuansa cerita dalam produksi film.
  11. Tata artistik artistic director, Bertugas membuat dan mengatur latar dan setting yang sesuai dengan nuansa cerita dalam produksi film.
  12. Editor, Bertugas melakukan editing pada hasil pengambilan gambar dalam produksi film.
  13. Kliper, Bertugas memberi tanda pengambilan shot dalam produksi film.
  14. Pencatat adegan, Bertugas mencatat adegan atau shot yang diambil serta kostum yang dipakai dalam produksi film.
  15. Casting, Bertugas mencari dan memilih pemain yang sesuai ide cerita dalam produksi film.
TAHAP PRA PRODUKSI
ANALISIS IDE CERITA.
Sebelum membuat cerita film, kita harus menentukan tujuan pembuatan film. Hanya sebagai hiburan, mengangkat fenomena, pembelajaran/pendidikan, dokumenter, ataukah menyampaikan pesan moral tertentu. Hal ini sangat perlu agar pembuatan film lebih terfokus, terarah dan sesuai. Jika tujuan telah ditentukan maka semua detail cerita dan pembuatan film akan terlihat dan lebih mudah. Jika perlu diadakan observasi dan pengumpulan data dan faktanya. Bisa dengan membaca buku, artikel atau bertanya langsung kepada sumbernya.
Ide film dapat diperoleh dari berbagai macam sumber antara lain:
  • Pengalaman pribadi penulis yang menghebohkan.
  • Percakapan atau aktifitas sehari-hari yang menarik untuk difilmkan.
  • Cerita rakyat atau dongeng.
  • Biografi seorang terkenal atau berjasa.
  • Adaptasi dari cerita di komik, cerpen, atau novel.
  • Dari kajian musik, dll
MENYIAPKAN NASKAH 
Jika penulis naskah sulit mengarang suatu cerita, maka dapat mengambil cerita dari cerpen, novel ataupun film yang sudah ada dengan diberi adaptasi yang lain. Setelah naskah disusun maka perlu diadakan Breakdown naskah. Breakdown naskah dilakukan untuk mempelajari rincian cerita yang akan dibuat film.
MENYUSUN JADWAL DAN BUDGETING
Jadwal atau working schedule disusun secara rinci dan detail, kapan, siapa saja , biaya dan peralatan apa saja yang diperlukan, dimana serta batas waktunya. Termasuk jadwal pengambilan gambar juga, scene dan shot keberapa yang harus diambil kapan dan dimana serta artisnya siapa. Lokasi sangat menentukan jadwal pengambilan gambar.
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menyusun alokasi biaya:
  • Penggandaan naskah skenario film untuk kru dan pemain.
  • Penyediaan kaset video.
  • Penyediaan CD blank sejumlah yang diinginkan.
  • Penyediaan property, kostum, make-up.
  • Honor untuk pemain, konsumsi.
  • Akomodasi dan transportasi.
  • Menyewa alat jika tidak tersedia.
HUNTING LOKASI
Memilih dan mencari lokasi/setting pengambilan gambar sesuai naskah. Untuk pengambilan gambar di tempat umum biasanya memerlukan surat ijin tertentu. Akan sangat mengganggu jalannya shooting jika tiba-tiba diusir dipertengahan pengambilan gambar karena tidak memiliki ijin.
Dalam hunting lokasi perlu diperhatikan berbagai resiko seperti akomodasi, transportasi, keamanan saat shooting, tersedianya sumber listrik, dll. Setting yang telah ditentukan skenario harus betul-betul layak dan tidak menyulitkan pada saat produksi. Jika biaya produksi kecil, maka tidak perlu tempat yang jauh dan memakan banyak biaya.
MENYIAPKAN KOSTUM DAN PROPERTY.
Memilih dan mencari pakaian yang akan dikenakan tokoh cerita beserta propertinya. Kostum dapat diperoleh dengan mendatangkan desainer khusus ataupun cukup membeli atau menyewa namun disesuaikan dengan cerita skenario. Kelengkapan produksi menjadi tanggung jawab tim property dan artistik.
MENYIAPKAN PERALATAN
Untuk mendapatkan hasil film/video yang baik maka diperlukan peralatan yang lengkap dan berkualitas. Peralatan yang diperlukan (dalam film minimalis) :
  • Clipboard.
  • Proyektor.
  • Lampu.
  • Kabel Roll.
  • TV Monitor.
  • Kamera video S-VHS atau Handycam.
  • Pita/Tape.
  • Mikrophone clip-on wireless.
  • Tripod Kamera.
  • Tripod Lampu.
CASTING PEMAIN
Memilih dan mencari pemain yang memerankan tokoh dalam cerita film. Dapat dipilih langsung ataupun dicasting terlebih dahulu. Casting dapat diumumkan secara luas atau cukup diberitahu lewat rekan-rekan saja. Pemilihan pemain selain diperhatikan dari segi kemampuannya juga dari segi budget/pembiayaan yang dimiliki.

TAHAP PRODUKSI
TATA SETTING
Set construction merupakan bagunan latar belakang untuk keperluan pengambilan gambar. Setting tidak selalu berbentuk bangunan dekorasi tetapi lebih menekankan bagaimana membuat suasana ruang mendukung dan mempertegas latar peristiwa sehingga mengantarkan alur cerita secara menarik.
TATA SUARA
Untuk menghasilkan suara yang baik maka diperlukan jenis mikrofon yang tepat dan berkualitas. Jenis mirofon yang digunakan adalah yang mudah dibawa, peka terhadap sumber suara, dan mampu meredam noise (gangguan suara) di dalam dan di luar ruangan.
TATA CAHAYA
Penataan cahaya dalam produksi film sangat menentukan bagus tidaknya keualitas teknik film tersebut. Seperti fotografi, film juga dapat diibaratkan melukis dengan menggunakan cahaya. Jika tidak ada cahaya sedikitpun maka kamera tidak akan dapat merekam objek.
Penataan cahaya dengan menggunakan kamera video cukup memperhatikan perbandingan Hi light (bagian ruang yang paling terang) dan shade (bagian yang tergelap) agar tidak terlalu tinggi atau biasa disebut hight contrast. Sebagai contoh jika pengambilan gambar dengan latar belakang lebih terang dibandingkan dengan artist yang sedang melakukan acting, kita dapat gunakan reflektor untuk menambah cahaya.
Reflektor dapat dibuat sendiri dengan menggunakan styrofoam atau aluminium foil yang ditempelkan di karton tebal atau triplek, dan ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan.
Perlu diperhatikan karakteristik tata cahaya dalam kaitannya dengan kamera yang digunakan. Lebih baik sesuai ketentuan buku petunjuk kamera minimal lighting yang disarankan. Jika melebihi batasan atau dipaksakan maka gambar akan terihat seperti pecah dan tampak titik-titik yang menandakan cahaya under.
Perlu diperhatikan juga tentang standart warna pencahayaan film yang dibuat yang disebut white balance. Disebut white balance karena memang untuk mencari standar warna putih di dalam atau di luar ruangan, karena warna putih mengandung semua unsur warna cahaya.
TATA KOSTUM (WARDROBE)
Pakaian yang dikenakan pemain disesuaikan dengan isi cerita. Pengambilan gambar dapat dilakukan tidak sesuai nomor urut adegan, dapat meloncat dari scene satu ke yang lain. Hal ini dilakukan agar lebih mudah, yaitu dengan mengambil seluruh shot yang terjadi pada lokasi yang sama. Oleh karenanya sangat erlu mengidentifikasi kostum pemain. Jangan sampai adegan yang terjadi berurutan mengalami pergantian kostum. Untuk mengantisipasinya maka sebelum pengambilan gambar dimulai para pemain difoto dengan kamera digital terlebih dahulu atau dicatat kostum apa yang dipakai. Tatanan rambut, riasan, kostum dan asesoris yang dikenakan dapat dilihat pada hasil foto dan berguna untuk shot selanjutnya.
TATA RIAS
Tata rias pada produksi film berpatokan pada skenario. Tidak hanya pada wajah tetapi juga pada seluruh anggota badan. Tidak membuat untuk lebih cantik atau tampan tetapi lebih ditekankan pada karakter tokoh. Jadi unsur manipulasi sangat berperan pada teknik tata rias, disesuaikan pula bagaimana efeknya pada saat pengambilan gambar dengan kamera. Membuat tampak tua, tampak sakit, tampak jahat/baik, dll.

TAHAP PASCA PRODUKSI
PROSES EDITING
Secara sederhana, proses editing merupakan usaha merapikan dan membuat sebuah tayangan film menjadi lebih berguna dan enak ditonton. Dalam kegiatan ini seorang editor akan merekonstruksi potongan-potongan gambar yang diambil oleh juru kamera.
Tugas editor antara lain sebagai berikut:
  • Menganalisis skenario bersama sutradara dan juru kamera mengenai kontruksi dramatinya.
  • Melakukan pemilihan shot yang terpakai (OK) dan yang tidak (NG) sesuai shooting report.
  • Menyiapkan bahan gambar dan menyusun daftar gambar yang memerlukan efek suara.
  • Berkonsultasi dengan sutradara atas hasil editingnya.
  • Bertanggung jawab sepenuhnya atas keselamatan semua materi gambar dan suara yang diserahkan kepadanya untuk keperluan editing.
REVIEW HASIL EDITING
Setelah film selesai diproduksi maka kegiatan selanjutnya adalah pemutaran film tersebut secara intern. Alat untuk pemutaran film dapat bermacam-macam, dapat menggunakan VCD/DVD player dengan monitor TV, ataupun dengan PC (CD-ROM) yang diproyeksikan dengan menggunakan LCD (Light Computer Display). Pemutaran intern ini berguna untuk review hasil editing. Jika ternyata terdapat kekurangan atau penyimpangan dari skenario maka dapat segera diperbaiki. Bagaimanapun juga editor juga manusia biasa yang pasti tidak luput dari kelalaian. Maka kegiatan review ini sangat membantu tercapainya kesempurnaan hasil akhir suatu film.
PRESENTASI DAN EVALUASI
Setelah pemutaran film secara intern dan hasilnya dirasa telah menarik dan sesuai dengan gambaran skenario, maka film dievaluasi bersama-sama dengan kalangan yang lebih luas. Kegiatan evaluasi ini dapat melibatkan :
  • Ahli Sinematografi :Untuk mengupas film dari segi atau unsur dramatikalnya.
  • Ahli Produksi Film : Untuk mengupas film dari segi teknik, baik pengambilan gambar, angle, teknik lighting, dll.
  • Ahli Editing Film (Editor) : Untuk mengupas dari segi teknik editingnya.
  • Penonton/penikmat film : Penonton biasanya dapat lebih kritis dari para ahli atau pekerja film. Hal ini dikarenakan mereka mengupas dari sudut pandang seorang penikmat film yang mungkin masih awam dalam pembuatan film.


Tips Trik Membuat Stop Motion

Wah, belakangan ini saya baru melihat ada film-film pendek yang isinya tentang potongan gambar yang saling berhubungan. Ternyata film ini ada namanya sendiri, dan menggunakan cara yang berbeda dari teknikfilm pada umumnya. Film jenis ini namanya adalah film Stop Motion.

Film Stop Motion merupakan film yang cara pembuatannya dengan menggunakan berbagai potongan gambar yang saling berhubungan dengan gambar lainnya. Sekarang udah banyak sekali film-film stop motion yang ada di Youtube.

Cara pembuatan film stop motion ini kini mulai menjadi trend masyarakat pecinta film. Selain pembuatannya mudah, pembuatan film stopmotion ini hanya menghabiskan sedikit biaya saja, sehingga jauh lebih murah dibandingkan dengan pembuatan film biasa pada umumnya.

Untuk membuat film Stop Motion, kita hanya membutuhkan beberapa peralatan yang terbilang cukup mudah untuk dijangkau. Kita bisa menggunakan kamera SLR, tripod dan yang pastinya adalah komputer atau laptop.

Kita bisa menggunakan kamera sederhana, namun apabila kita mempunyai kamera SLR malah lebih bagus. Kalau tripod fungsinya hanya untuk menyangga kamera aja agar bisa tetap fokus, jadi framenya nggak goyang atauberubah-ubah. Tanpa tripod juga nggak jadi masalah sih, cuma hasilnya nanti agak goyang, yah nggak sebagus tripod tapi lumayan.


Berikut contoh film-film Stop Motion :











Sedangkan komputer atau laptop pasti udah tau sendiri kan fungsinya buat apa. Jadi dari gambar yang kita ambil dari kamera, nanti diedit sendiri deh di komputer kita. Software buat edit gambar jadi film ada banyak,di Windows sendiri juga udah langsung nyediain, kita bisa langsung menggunakan aplikasi Windows Movie Maker, adobe premier dll


Cara Membuat Video Stop Motion

stop motion mungkin bisa saya bilang salah satu konsep teknik dan visual dari motion grafis dan animasi, stop motion yaitu pembuatan sebuah animasi dengan menggunakan camera foto dan mengcapture object frame by frame sehingga timbul sebuah pergerakan dari in between foto2 tersebut. ini merupakan teknik animasi sederhana yang bisa kita lakukan dan buat tanpa harus banyak belajar software komputer, kitapun bisa membuat visual 3d, 2d, atau reelShoot dengan stop motion.

walaupun teknik ini terkesan sangat konvensional dan murahan, tapi gak kayak gitu sebenrnya, semuanya tergantung bagaimana kita melakukan eksekusi, konsep cerita dan daya kreasi kita. untuk lebih lanjutnya yuk kita liat gimana tips sederhana cara pembuatan animasi stop motion.


1. Pastikan kamu memiliki camera foto (digitalpocket camera atau SLR camera)
SLR camera mungkin akan lebih baik karna kita akan bisa mengatur depth of fill. tapi dengan pocket camera juga sebenarnya sudah cukup baik kok. dan sebuah komputer tentunya, kalian bisa mengunakan sofware sederhana seperti iMovie pada Mac atau windowsmovie maker pada PC. kalo kalian yang bisa menggunakan afetr effect mungkin akan lebih baik menggunakan AE.


2. Siapkan object yang akan kalian gunakan sebagaiaktor/ aktris dalam stop motion ini. kalian bisa menggunakan clay atautanah liat, action figure, lego, origami, manusia, atau apapun itusesuai kreasi kalian. mungkin akan lebih baik jika object yang digunakanbersifat fleksibel atau elastis sehingga mudah untuk membuat suatupergerakan.





3. Buatlah cerita yang menarik untuk karya stopmotion anda, story line, dan yang terpenting story board dengan detail penjelasan scene direction dan shootnya. sehingga pada saat produksi kita punya acuan dan mudah dalam eksekusi.





4. Pikirkan detail pergerakannya. misal kamu menggunakan effect jatuh atau effect terbang. kalian harus mencatat adegan2 yang mungkin berisi special effect khusus sehingga tidak ada yang terlewatkan sama sekali scene dan shootnya dan bisa sekali jalan dalam eksekusi.





5. Mengatur dan menandai angka-angka posisi (contohlego) object sebagai keyframe nanti. jika kita menggunakan clay, atau action figure kita bisa memberi tanda di set kita pada awal dan akhir dari sebuah pergerakan object. pastikan kamu mengatur ini semua sudah dengan view camera, pastikan object sesuai penempatannya di frame kamerakamu.



6. Siapkan camera kamu di posisi yang sudah kalian tentukan.gunakanlah tripod atau monopod cameramu, ini penting sehingga gambar kamu nanti tidak goyang dan tidak terlalu patah2. jika kamu tak memiliki tripod kamu bisa mengakalinya dengan tumpukan buku mungkib, sandarkan di tembok atau diatas meja, yang penting cameramu tidak goyang dan pindah tempat saat capture gambar.

7. Mengatur pencahayaan. kamu bisa gunakan lampu kamar sebagai sumber cahaya utama dan senter sebagai cahaya tambahan.perhatikan tidak ada sumber cahaya yang berkedip dan menggangu seperti cahaya di pintu, jendela atau tirai rumah.



8. Mulailah dengan mengambil gambar pertama, dan perhatikan hasilnya apa yang kurang misal cahaya atau setnya..segera perbaiki, ketika gambar pertama sudah OK, lanjutkan dengan memindahkan atau merubah posisi object sesuai pergerakan yang kamu mau, dan teruslah lakukan hal tersebut sampai scene atau shootnya selesai.

9. Ketika kamu sudah memperoleh satu shoot atau satu scene segera simpan / transfer di komputer ada dengan penamaan folder yang sesuai nama scene/ shoot. sehingga mudah dalam proses edit.

10. Ulangi langakah 8 dan 9 sampai selesai animasi kamu.setelah itu kita masuk ke proses edit/ penggabungan semua foto2 kamu menajdi sebuah animasi stop motion. kamu bisa gunakan sofware sederhana iMovie, windows movie maker, AE, atau yang lainnya yang kamu kuasai.

11. Tambahkan effect2, transisi, atau audio dubb pada animasi anda sehingga terlihat lebih mantap..gunakan seluruh kreasimu.

12. dan terakhir tinggal kalian eksport/render video animasi stop motion kamu.sangat mudah bukan membuat sebuah animasi stop motion..?






[Tips] Untuk Editor Film


Membuat film merupakan pekerjaan yang tidak bisa dianggap remeh. Karena proses dalam pembuatan film itu semua tidak mudah. Perlu banyak orang yang terlibat dalam perfilman. Seperti Sutradara, Asisten Sutradara, Producer, Asisten Producer, Editor, Animator, Camera Person, Penulis Naskah, Penata Artistik, Penata Kostum, Lighting Person, dll. Masing-masing mempunyai tugas yang berbeda. Dan di tiap tugas memerlukan keterampilan tersendiri. Bisa di bilang editor merupakan orang yang paling berpengaruh dalam dunia perfilman. Jika seorang editor kurang menguasai tugas yang di jalaninya yaitu sebagai editor, maka film yang dihasilkan tidak akan mendapatkan hasil yang optimal. Berikut adalah tips agar seorang editor mampu medalami teknik pengeditan:


1. Purpose
Seorang editor perlu tujuan untuk apa dia mengedit. Film seperti apa yang akan ia hasilkan. Dan apa yang bisa seorang editor lakukan untuk membuat film yang ia edit bisa menjadi film yang mempunyai kualitas yang tinggi dan enak di tonton. Tujuan ini penting agar di setiap kali ia mengedit, ia bisa selalu memikirkan perasaan penonton bila film hasil editannya kurang bagus.

2. Niat
Seorang editor perlu niat yang kuat untuk dapat menghasilkan film yang bagus. Ia harus menancapkan rasa niat yang sangat kuat untuk menghasilkan film yang bagus.

3. Lakukan se-optimal mungkin
Kalimat “Sudahlah seadanya saja” harus di buang jauh-jauh oleh seorang editor. Karena kalimat ini dapat mempengaruhi hasil editannya. Editlah film sekuat tenaga. Keluarkan karya terbaik agar film yang dihasilkan juga menjadi hasil yang terbaik.

4. Utamakan penonton
Hal ini penting. Jangan sekali-kali editor mementingkan egonya sendiri. Terkadang seorang editor mempunyai selera yang aneh. Jadi editannya pun juga terlihat aneh bagi penonton. Seharusnya, lebih mengutamakan selera para penonton. Coba tunjukan preview film sebelum film tersebut di publikasikan kepada beberapa orang yang mempunyai selera film yang berbeda. Tunjukan juga kepada para pecinta film agar mereka bisa saran dan masukan bila ada beberapa bagian film yang terlihat cacat dan aneh.

5. Belajar dari orang yang sukses
Terkadang seorang editor perlu saran dan masukan dari seorang editor yang mempunyai penglaman yang lebih banyak dan sudah terkenal film hasil editannya bagus. Ini penting agar seorang editor pemula dapat belajar teknik dalam film editannya. Ada pepatah jika berteman dengan tukang parfum, pasti kita akan kebagian wanginya. Nah jika berteman dengan editor, pasti akan mendapat ilmunya juga.

6. Be Perfectionist
Mungkin di Indonesia orang yang perfectionist tidak banyak. Tetapi sifat perfectionist ini perlu dimilki oleh seorang editor. Jika di bandingkan editan film di Indonesia dan di luar Negeri, film luar negeri Jaaauh lebih rapih dan bagus dibandingkan editan film Indonesia. Ini di karenakan apa? Orang luar banyak yang perfectionist. Mereka tidak ingin karyanya di publikasikan sebelum karya mereka benar-benar terlihat perfect di pandangan mereka. Sifat perfectionist ini juga dapat mendorong kita agar pantang menyerah untuk mencari cara agar film yang dihasilkan bisa lebih bagus lagi.

7. Belajar dari pengalaman
Semakin banyak jam terbang seorang editor, maka kualitas editannya pun semakin bertambah bagus. Apalagi jika mendapat masukan dari berbagai orang. Hal ini bisa mendorong seorang editor bisa menghasilkan film yang bagus.

8. Tumbuhkan rasa ingin tahu
Terkadang seorang editor bisa bingung bagaimana teknik untuk mengedit film yang ia edit. Kita bisa mencari informasi cara pengeditannya dari berbagai media. Bisa melalui internet, buku, atau seorang editor lain.

9. Kuasai dasar pengeditan
Bagi editor yang sudah proffessional dasar pengeditan pasti sudah sangat dikuasai. Jika dasar pengeditan sudah dikuasai, apapun bentuk editan yang akan dibuat, pasti akan dengan mudah dibuat. Meskipun editan itu belum pernah dibuat sebelumnya, tetapi jika sudah menguasai dasar pengeditan, dengan menggabungkan teknik dasar tersebut maka akan menghasilkan hasil editanyang kita cari.

10. Lihat ke atas, jangan ke bawah
Setiap editor mempunyai kempuan yang berbeda. Jika seorang editor ingin film editannya menjadi semakin bagus, ia harus melihat ke atas. Yaitu melihat orang-orang yang telah sukses mengedit film yang sangat berkualitas tinggi. Seperti film-film Hollywood. Jangan merasa terlalu bangga dengan hasil editan yang sekarang berhasil diciptakan. Tapi banggalah jika sudah berhasil membuat film berkualitas tinggi seperti di film Hollywood. Jika seorang editor sudah sombong duluan ketika melihat hasil editan orang lain yang tidak lebih bagus darinya, maka editor ini yang tidak akan maju. Seorang editor yang maju adalah editor yang tetap rendah hati dan merasa kecil di bandingkan editor yang lain.

Film Indonesia dengan terbanyak ditonton

1. Laskar Pelangi(2008) (4,6 Juta)


2. Ayat-ayat Cinta(2007) (3,6 Juta)


3. Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2 (2009) (3,1 juta)



4. Eiffel I’m in Love(2005) (3 Juta)


5. Ada Apa dengan Cinta?(2002) (2,6 Juta)


6. Sang Pemimpi(2010) (1,9 Juta)


7. Garuda di Dadaku(2009) (1,2 Juta)


8. Petualangan Sherina (1,2 Juta)


9. Quickie Express (1 Juta)


10. Tali Pocong Perawan (1 Juta)


Jumlah penonton ini tidak bisa diketahui dengan pasti mengingat produser film dan pihak eksebitor (bioskop) tidak mau mengungkapkan jumlah penonton sesungguhnya. Pihak bioskop melakukan pencatatan dan melaporkannya kepada produser film, tetapi mereka tak mau memberitahukannya kepada publik dengan alasan bahwa pengungkapan angka tersebut sepenuhnya adalah hak produser. Sedangkan produser cenderung untuk membesar-besarkan jumlah penonton mereka jika ditanya oleh media. Dicurigai, mereka menyembunyikan jumlah sesungguhnya dalam laporan mereka ke Dinas Pajak. Dengan demikian, pencatatan jumlah penonton film menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan dengan sempurna.



Bagaimana Cara Menghadirkan Ribuan Orang Dalam Sebuah Produksi Film

Jika Anda James Cameron dan memiliki ratusan juta dolar yang dianggarkan untuk membuat film, maka Anda mungkin akan menggunakan orang sungguhan (ekstra) atau komputer yang dihasilkan citra mewah untuk membuat orang untuk adegan, kan? Tapi bagaimana dengan semua film yang tidak memiliki anggaran seperti itu? Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana mereka "membuat orang banyak?"

Apakah Anda tahu bahwa dalam beberapa film yang Anda telah melihat mereka telah menggunakan sebuah kerumunan plastik tiup? DreamWorks, Universal, Fox, Warner Brothers, Sony, Disney, Paramount, dan New Line adalah beberapa perusahaan yang telah menggunakan ini dalam film mereka.

The Inflatable Crowd Company adalah perusahaan yang membuat boneka plastik maupun karet yang berguna untuk memanipulasi penglihatan penonton dimana terlihat seperti sungguhan. Perusahaan ini terbentuk pada 2002 dan film pertama yang menggunakan jasa mereka adalah SeaBiscuit. Hingga saat ini mereka sudah turut andil dalam pembuatan lebih dari 80 film termasuk yang banyak berkesan seperti, Pidato The King's Frost / Nixon, American Gangster, Spiderman 3 dan banyak lagi. Selain di film boneka plastik ini juga sering digunakan untuk acara Tv dan Iklan juga



Masih wujud aslinya gan. masih kotak2 ga jelas yah


Sudah dipakein baju, namun belum memiliki wajah. proses pembuatan wajah dilakukan bersamaan dengan pemasangan topi, wig, dll












Dari dekat mereka terlihat lusuh dan mengerikan palsu, tetapi di bawah pencahayaan yang benar dan sudut kamera, mereka terlihat cukup bagus.


Film American Gangster2 ada 1500 boneka



Film Cinderellaman3 ada 11000 boneka

Film We Are Marshall 3 ada 2400 boneka



Film Glory Road 3 ada 4000 boneka



Film The Changeling ada 400 boneka



Film Angels and Demons ada 550 boneka