Lomba Film dokumenter AKUSO 2013

 

Pembukaan & Talkshow Lomba AKUSI 2013
- 22 Juli - 30 September 2013 
Batas Akhir Upload & Pengiriman Karya Lomba
- 30 September 2013 
Penjurian Awal
- 01 - 21 Oktober 2013 
Penjurian 50 (Lima Puluh) Karya Lolos Seleksi
- 23 - 24 Oktober 2013 
Pengumuman Pemenang Lomba AKUSO 2013 
- 26 Oktober  2013 
Malam Penganugerahan 
- 02 November 2013

Syarat & Ketentuan Lomba Film Dokumenter

1.   Film dibuat berdasarkan Fakta

2.   Tema untuk Film Dokumenter “Membuka Jendela Dunia”

3.   Peserta adalah Siswa atau Mahasiswa dan Umum. Bisa perorangan atau kelompok.

4.   Film bukan animasi, iklan, company profile, atau teaser.

5.   Ide cerita BEBAS, tidak mengandung unsur SARA.

6.   Film merupakan karya asli (orisinal) dan belum pernah diikutsertakan lomba.

7.   Materi film (objek, musik, footage & lain-lain) tidak melanggar hak cipta. Pelanggaran & gugatan atas hak cipta terhadap karya yang diikutkan dalam kompetisi ada di luar tanggung jawab panitia.

8.   Peserta wajib menyertakan surat pernyataan dari pemegang hak cipta, apabila menggunakan materi non-orisinal

9.   Durasi film maksimal 15 menit termasuk opening dan credit title tanpa jeda iklan.

10. Film yang menggunakan bahasa selain Bahasa Indonesia, wajib memiliki subtitle Indonesia.

11. Film dikirimkan dalam bentuk 2 buah DVD-Video PAL dan 1 buah DVD Data Film (format avi, mpg, mp4, atau mov.)

12. Menuliskan sinopsis film yang diproduksi (maksimal 300 kata) dalam bentuk PDF

13. Menyertakan poster digital (ukuran A3) dari film yang dikompetisikan dengan format JPEG

14. Menyertakan 2 buah (minimal) still photo adegan (resolusi 300 dpi)

15. Sinopsis, poster, dan still photo disimpan di dalam keping CD yang terpisah dengan file film

16. Menyertakan foto copy kartu identitas (Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa/KTP) sebanyak 2 lembar (hanya Produser dan Sutradara).

17. Peserta tidak dipungut biaya pendaftaran

18. Peserta wajib mengisi secara lengkap formulir pendaftaran yang dapat diunduh di website www.akuso2013.info

19. Film dan kelengkapannya dikirim ke:  Sekeretariat AKUSO 2013

20. Panitia paling lambat menerima film beserta kelengkapannya tanggal 15 Oktober 2013

21. Akan dipilih 6 film terbaik.

22. Pengumuman 26 Oktober 2013 melalui website www.akuso2013.info dan pemberitahuan langsung kepada pemenang melalui telepon/email.

23. Seluruh pemenang akan diundang pada malam peanugerahan dan penyerahan hadiah pada tanggal 2 November 2013 di Samarinda, Kalimantan Timur.
 
Timeline Workshop AKUSO 201

1. 02 September 2013, di Makasar 
2. 04 September 2013, di Denpasar 
3. 06 September 2013, di Medan
4. 09 September 2013, di Balikpapan 
5. 11 September 2013, di Semarang 
6. 16 September 2013, di Jakarta
7. 02 November 2013, di Samarinda
  
Sumber

Company Profile Amir Hamzah Produksi Komfaz Production


Yayasan Pendidikan Islam Amir Hamzah berdiri pada tahun 1970 bertempat di jalan meranti no : 1 di tengah jantung kota
Pencapaian menuju sekolah para juara didukung dengan berbagai macam fasilitas sekolah, diantaranya adalah :
- Laboraturium Kimia, Fisika, dan Biologi
- Laboraturium Komputer
-Laboraturium TKJ ( Tehnik Komputer Jaringan )
- Bengkel TKJ
- Laboraturium Bahasa
- Studio Bahasa Ingris
- Studio Musik
- Ruang Serba Guna ( Aula )
- Ruang UKS ( Unit Kesahatan Siswa )
- Ruang Mengetik
- Perpustakaan
- Lapangan Futsal
- Lapangan Volly
- Lapangan Basket
- Musholla
- Free WIFI
- Kantin
- Parkiran
Selain dengan adanya fasilitas yang begitu lengkap yayasan pendidikan islam amir hamzah mendukung dengan berbagai macam kegiatan siswa untuk ekstrakulikuler
- Futsal
- Basket
- Volly
- Paskibra
- Palang Merah Remaja
- Karate
- Tari
- Radio
- Musik
Prestasi sekolahnya parah juara terbukti dengan berbagai macam kejuaran yang di raih oleh siswa - siswi. Sekolah ini memilik berbagai jenjang pendidikan yaitu :
- Taman Kanak-kanak
- Sekolah Dasar
- Sekolah Menangah Pertaman
- Sekolah Menengah Atas
- Sekolah menengah Kejuaran Akutansi
- Sekolah menengah Kejuaran Perkantoran
- Sekolah menengah Kejuaran TKJ
Buat kamu yang mau bergabung dalam Yayasan Pendidikan Islam Amir Hamzah sekolahnya para juara bergabunglah di  YPI Amir Hamzah

Penulis skrip : M Taufik Pradana
Kameramen : M Fahrul Rozi, Fitria Wulandari, Angga Pranata, dan M Ali Akbar
Narator : Raihana Jannati
Editor : M Ali Akbar

Festival Film Anak ( FFA ) 2013

  https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/543429_3399957455176_430776249_n.jpg
Selamat kepada semua para pemenang penganugrahan Festivalfilmanak ke-enam 2013 di aula Martabe Kantor Gubernur Sumatera Utara. Berikut insan dan film terbaik kategori fiksi dan dokumenter FFA 2013.

KATEGORI FILM FIKSI
Penganugrahan Insan Terbaik Film Fiksi FFA 2013
• Sutradara Terbaik Film Fiksi FFA 2013 adalah Gilang Kresnawan dalam film “Ini Aku Sheila” produksi Zoom In Production
• Kameramen Terbaik Film Fiksi FFA 2013 adalah Chindy Geoffrey dalam film “Ini Aku Sheila” produksi Zoom In Production
• Editor Terbaik Film Fiksi FFA 2013 adalah Gilang dalam film “Ini Aku Sheila”produksi Zoom In Production
• Ide Cerita Terbaik Film Fiksi FFA 2013 adalah film “Ini Aku Sheila” produksi Zoom In Production
• Pemeran Utama Wanita Terbaik Film Fiksi FFA 2013 Yariani dalam film “Sahabat” produksi PPA MDC

Film Terbaik Kategori Fiksi FFA 2013
Juara 1 : “Ini Aku Sheila”produksi Zoom In Production
Juara 2 : “Penyesalan” produksi Komfaz Production
Juara 3 : “Sahabat” produksi PPA MDC Production

KATEGORI FILM DOKUMENTER
Penganugrahan Insan Terbaik Film Dokumenter FFA 2013
• Kameramen Terbaik Film Dokumenter FFA 2013 adalah Imam Gunawan dalam film “Diantara Kita” produksi Film Multimedia 2 Production
• Editor Terbaik Film Dokumenter FFA 2013 adalah Gina Sebayang dalam dalam film “Diantara Kita” produksi Film Multimedia 2 Production
• Sutradara Terbaik Film Dokumenter FFA 2013 adalah Della Zalika Iman dalam film “Diantara Kita” produksi Film Multimedia 2 Production

Film Terbaik Kategori Dokumenter FFA 2013
Juara 1: “Diantara Kita” produksi Film Multimedia 2 Production
Juara 2: “Es Lilin” produksi PPA MDC Production
Juara 3: “Indahnya Taman Bermainku” produksi Komfaz Production

Terima kasih kami ucapkan kepada para juri: Bang Ahmad Taufan Damanik (perspektif pemenuhan hak anak), bang Eddy Siswanto (perspektif tema dan keaktoran), bang Onny Kresnawan (perspektif penggarapan cinematografi), ibu drg. Iis Faizah Hanum, M. Kes (pespektif gender dari perw. Biro PPAKB), dan Rizki Fadly Si Pendobrak (perspektif anak).

Ucapan terima kasih kami juga sampaikan kepada ibu Ketua TP. PKK Hj. Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho (makasih bu sudah datang, dan terlibat aktif dalam penganugrahannya, ...hadiah tambahannya makasih ya bu :D), bapak Assisten Kesejahteraan Sosial Setdaprovsu, bang Iswan Kaputra, Rumah Berdikari, KPAID SU, bang M. Raudah Jambak, KKSP, Kepala Badan PPAKB Deli Serdang, Fakora Binjai, Semut Medan Shuffle (great perform), Komunitas Sanggar Amplas Ummi Maniezz cs (thanks tariannya), juga SKA PKPA Pinang Baris, Perwakilan SMK, SMA, dan SMP kota Medan dan Binjai. Juga Media Identitas thanks untuk banyak motivasinya.

Teman-teman media:
- Harian Analisa
- Harian MedanBisnis
- Koran Sindo
- Tribun Medan.
Thanks untuk publikasinya.., semoga tetap berkarya.

Dan pastinya untuk semua komunitas film anak di Sumut, Komfaz Production, Qosmic Video Editing, FM2, Zoom IN, Oriza Sativa, Komunitas Semut, Pondok Surya Production, Biza Production, Medan Magnet Production, WWB Production, PPA MDC Production, Sultan Iskandar Muda Production, Fila Production dan lain-lain.

Sumber

Film Anak untuk Indonesia Lebih Baik


Medan. Perkembangan kreatifitas anak-anak di provinsi Sumatera Utara (Sumut) dalam menyampaikan pandangan, gagasan maupun harapannya kini semakin bervariasi dengan keunikan tersendiri. Mulai dari penyampaian secara pribadi maupun berkelompok dalam komunitas. Diantara banyaknya pilihan media yang dipergunakan oleh anak dalam berkreatifitas, salah satunya adalah melalui media film anak. Sampai saat ini saja, setidaknya sudah ada lebih dari 15 komunitas film anak yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten dan kota di Sumut.

Walaupun dengan usia yang sangat muda antara 6 sampai 18 tahun, anak-anak komunitas film terus berupaya belajar untuk memproduksi sebuah film, baik dengan kategori fiksi maupun dokumenter. Saat ini bisa dipastikan bahwa film merupakan media yang sangat berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter anak. Tentunya jika suguhan film yang ditonton adalah baik, maka karekter anak yang sering menontonnya akan menjadi baik dan apabila tontonan yang diberikan adalah yang tidak ramah anak, maka anak akan tumbuh menjadi anak yang keliru.

Melihat betapa pentingnya peranan film-film tersebut dalam mempengaruhi perkembangan karakter anak, membuat para komunitas film anak terus berupaya membuat karya-karya yang positif dan layak tonton dengan nilai-nilai kearifan lokal yang kuat. Berbagai potensi baik secara personal maupun alam pendukung, ataupun berbagai permasalahan sosial yang sering kali terjadi di sekitar anak menjadi media yang tepat untuk di publikasikan melalui film.

Tentunya kreatifitas anak dengan kemampuan yang luar biasa tersebut perlu diberikan apresiasi dan penghargaan yang sangat besar dari perbagai pihak, baik lembaga non pemerintah, pemerintah daerah, pihak swasta dan masyarakat secara bersama. Dalam hal ini, Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Medan sendiri sangat memberikan apresiasi positif dengan penyelenggaraan Festival Film Anak (FFA) kembali, dan untuk kali ini adalah rangkaian festival tahunan ke-enam. Sejak pertama kali, penyelenggaraan FFA tahun 2008 sampai dengan 2013 tercatat sudah ada 111 film yang diperlombakan dengan kategori fiksi dan dokumenter.

Pada tahun ini, penyelenggaraan FFA ke-enam dilaksanakan di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumatera Utara (31/8). Tema yang diangkat dalam gelaran FFA ini adalah ”Aku dan Indonesiaku”. Dengan tema tersebut, para peserta diharapkan mampu untuk memberikan gagasan, kritikan, maupun harapan yang baik terhadap berbagai kondisi Indonesia yang anak-anak pahami. Dan tentunya hal itu akan menjadi masukan yang sangat berharga bagi para pengambil kebijakan untuk mulai mempertimbangkan aspirasi anak, karena mereka adalah tonggak kebesaran bangsa.

Penganugrahan film fiksi terbaik pertama tahun ini diberikan kepada film “Ini Aku Sheila produksi Zoom In Production, film fiksi terbaik kedua “ Penyesalan” dari komunitas Komfaz Production dan untuk film terbaik ketiga “Sahabat” produksi PPA MDC Production.
Sedangkan untuk kategori film dokumenter dianugrahkan kepada film “Diantara Kita” produksi Film Multimedia 2 Production sebagai film terbaik pertama, film “Es lilin" Produksi PPA MDC Production untuk terbaik kedua, dan "Indahnya Taman Bermain" Produksi Komfaz Production sebagai terbaik ketiga. Selain itu penganugrahan juga diberikan kepada insan film terbaik kategori fiksi, seperti sutradara, kameramen, editor, ide cerita, pemeran utama wanita. Untuk kategori insan film documenter terbaik meliputi sutradara, cameramen, dan editor.

Rangkaian penganugrahan FFA semakin meriah dengan banyaknya atraksi anak yang disuguhkan, seperti tari persembahan anak Amplas, koreo topeng shuffle, modern dance dan beat box dari berbagai komunitas anak. Turut hadir dalam rangkaian tersebut para perwakilan pemerintahan, pihak swasta, lembaga swadaya masyarakat, pihak media, sekolah-sekolah SMP dan SMA, serta komunitas-komunitas film anak di Sumatera Utara.

“Kami berharap semakin banyak pihak yang perduli dan juga berperan aktif dalam pengembangan kreatifitas anak di bidang perfilman. Adanya peran pemerintah dan sektor swasta yang dapat mendukung penuh penyelenggaraan FFA ke depannya.” Ucap Misran Lubis selaku Deputi PKPA dalam kata sambutannya.

10 Film Perjuangan Indonesia Merdeka

Lima tahun belakangan ini bisa disebut masa kebangkitan film indonesia. Para sineas muda dalam negeri mulai menunjunkan Jati dirinya lewat film-film berkualitas. Sayangnya belum ada satupun yang membuat film dengan latar belakang perjuangan indonesia dalam merebut KEMERDEKAAN! Mungkin karena biaya yang di butuhkan membuat film perang tak sedikit. Apalagi seperti kami hanya komunitas indie
Film perjuangan marak di bioskop tanah air pada era 1980-an. Tapi bila meniliki perjalanan perjalanan perfilman Indonesia, sudah ada puluhan film yang bertema pertempuran. Dari sebanyak itu, hanya beberapa yang paling sering di putar di televisi. Kami memilih 10 film bertema perjuangan Indonesia, daftar berikut berdasarkan Tahun rilis.

Perawan di Sektor Selatan (1971)

Film durasi 137 menit yang di sutradrai Alam Surawidjaya ini mengangkat sisi lain saat perang kemerdekaan Indonesia. Secara keseluruhan film ini seperti sebuah reportase. Laura jadi titik sentral cerita film ini. Karena sakit hati akan perlakuan gerilyawan republik hingga ibunya meninggal, Laura memihak Belanda dan diselundupkan sebagai mata-mata ke pasukan Kapten Wira (Kusno Sudjarwadi) di Sektor Selatan, suatu daerah pedalaman terpencil. Laskar rakyat ini selalu merepotkan Belanda. Laura menyamar sebagai Fatimah dan mengaku kakak anggota Laskar yang ditawan Belanda. Ia berhasil membuat diperebutkan beberapa anggota Laskar, sementara antara Wira dan Kobar (Lahardo), juga terjadi pertentangan karena sikap Kobar yang main babat, senang perempuan dan berjudi.
Konflik ini memuncak dengan pengepungan Kobar atas markas Wira. Melihat situasi ini, lewat penghubungnya Laura mengundang pesawat Belanda menyerbu dan membebaskan ahli perang urat syaraf yang ditawan Wira. Merasa diketahui penyamarannya, Laura lari dan akhirnya tewas di pelukan Rengga (Dicky Zulkarnaen), anggota Laskar yang dicintainya.

Janur Kuning (1979)
Janur Kuning di produksi pada tahun 1979. Film yang di sutradrai oleh Alam Rengga Surawidjaja ini di bintangin antaralain oleh Kaharudi Syah, Deddy Sutomo, Dicky Zulkarnaen, Amak Baldjun dan Sutopo H.S film ini merupakan film kedua tentang peristiwa serangan umum 1 maret 1949 (sebelum film enam jam di jogja yang di produksi 1951). Film ini bisa di bilang dengan biaya termahal saat itu, sekitar 375 juta dan sempat macet sebulan saat syuting karena kehabisan biaya. Biaya sebanyak ini di gunakan untuk membuat 300 seragam tentara dan seragam untuk 8000 orang pemain figuran.
Film ini mendapatkan mendali emas PARFI, FFI 1980 untuk pemeran pria (Amak Baldjun), Plaket PPFI, FFI 1980 untuk produser Film yang mengolah perjuangan bangsa. Unggulan FFI 1980 untuk pemeran pembantu pria (Amak Baldjun).
Janur kuning menceritakan perjuangan pejuan indonesia dalam meraih kemerdekaan yang di rebut oleh pasukan sekutu dan berhasil merebut kota yogyakarta selama 6 jam. Janur kuning adalah lambang yang di pakai pejuang sebagai perjuangan saat itu.

Serangan Fajar (1981)

Film yang disutradarai Arifin C. Noer ini menampilkan beberapa fakta sejarah yang terjadi di daerah Yogyakarta.Peristiwa-peristiwa patriotic itu di antaranya penaikkan bendera Merah Putih di Gedung Agung, penyerbuan markasJepang di Kota Baru, penyerbuan lapangan terbang Maguwo dan seranagn beruntun di waktu fajar ke daerah sekitarsalatiga, Semarang. Ada juga cerita Temon (Dani Marsuni), anak laki-laki kecil yang masih lugu ini tampil disela-selaperang bersama neneknya (Suparmi). Room (Amoroso Katamsi) dari keluarga bangsawan ikut gigih membantu pejuang.Sementara istrinya selalu takut kehilangan kasta sebagai bangsawan, karena salah satu anaknya menjalin cinta denganseorang pemuda pejuang dari rakyat jelata.



Kereta Api Terakhir (1981)

Sebuah kisah dengan latar belakang gagalnya perjanjian Linggar Jati. Tentunya adegan pendekatan romantic, baikterhadap kepahlawanan maupun kisah cinta di baliknya. Markas besar tentara di yogya memutuskan menarik semuakereta api yang ada di Yogya. Letnan Sudadi (Rizawan Gayo), letnan Firman (Pupung Haris) dan sersan tobing (GitoRollies) ditugaskan mengawal kereta yang diberangkatkan dari Stasiun Purwokerto, Sudadi mengawal kereta pertama.Firman dan Tobing mengawal kereta terakhir. Perjalanan kereta terakhir yang penuh hambatan menjadi inti cerita.Para pengungsi yang memenuhi kereta dan serangan pesawat Belanda memperkaya alur cerita. Diselipkan juga kisahcerita antara Firman dan dua Retno yang ternyata gadis kembar.

Pasukan Berani Mati (1982)

Masa ini terjadi pada saat perang kemerdekaan, diantara sebuah kota kecil telah direbut oleh tentara Belandasetelah menjatuhkan bom-bom dan menyerang kota tersebut dengan gencar oleh pasukan-pasukan Belanda yang diperkuat kendaraan-kendaraan Panser. Kapten Bondan sebagai komandan pasukan di kota itu memerintahkanpasukannya untuk mundur bersama penduduk guna menyusun kekuatan untuk mengadakan serangan gerilya.

Lebak Membara (1982)

Dengan latar belakang penjajahan Jepang di daerah Lebak dekat Cirebon. Seorang pemuda perkasa bernama Herman(George Rudy) ditahan di markas tentara Jepang. Karena membela gurunya yang dianggap bersalah. Tapi kemudian diadibebaskan oleh Letnan Izumi (Usman Effendy) dan Kapten Nakamura (El Manik). Tanpa setahu komandannya,serdadu Jepang memperkosa Marni (Minati Atmanegara), kekasih Herman. Kejadian ini membuat Herman marah dankemudian bergabung dengan kelompok pejuang lalu menyerang markas Jepang. Film garapan Imam Tantowi ini menjadifilm unggulan di FFI 1984 untuk scenario Terbaik dan Pameran Pembantu Wanita Terbaik (Dana Chistina).

Komando Samber Nyawa

Film perjuangan berdurasi 86 menit ini di sutradarai Eddy G. Bakker. Bintang utama dalam film ini adalah BarryPrima, Yenny Farida, Advent Bangun; Anton Samiat, Didier Hammel, Harry Capri. Ceritanya, Peleton Serna Hasyimdari Kompi Letnan Widodo adalah pasukan yang terdiri dari orang-orang pemberani. Untuk menggantikan anak buahSersan Hasyim yang gugut, maka didatangkan Kopral Abimanyu. Abimanyu seorang yang perlente, tidak banyak bicaradan tidak disukai Sersan Hasyim. Hasyim mengira, abimanyu hanya pandai bersolek dan tak mampu bertempur. Namunkenyataannya lain. Abimanyu punya perhitungan matang dan kewaspadaan yang tinggi. Hal ini dia buktikan ketikaberhasil menyelamatkan pasukan dari ancaman ranjau darat dan punya andilmembebaskan Desa Marga Sari dariserbuan Belanda.Dalam penyerbuan markas Belanda di Gunung Kapur, Sersan Hasyim mengerahkan anak buahnya termasuk Gardini,kekasihnya. Tanpa sepengetahuan teman-temannya, Abimanyu memasang dinamit di sekitar Gunung Kapur. GunungKapur berhasil diledakkan dan hancur.

Nagabonar (1987)

Film berdurasi 95 menit ini digarap sutradara M.T. Risyaf pada 1987. Nagabonar (Deddy Mizwar), adalah seorangpecopet yang mendapatkan kesempatan menyebut dirinya seorang Jenderal di pasukan kemerdekaan Indonesia diSumatera Utara.Pada awalnya Nagabonar melakukan ini hanya sekedar untuk mendapatkan kemewahan hidup sebagai seorang jenderal,akan tetapi pada akhirnya dia menjadi seorang tentara yang sesungguhnya, dan memimpin Indonesia dalampeperangan bersama pasukannya termasuk Kirana (Nurul Arifin), Bujang (Afrizal Anoda), dan Mak (RoldyahMatulessy).Film Nagabonar memborong enam Piala Citra dalam ajang FFI 1987, yakni untuk kategori Film terbaik, Aktor terbaik(Deddy Mizwar), Pemeran Pembantu Terbaik (Roldiah Matulessy), Cerita Asli dan Skenario Terbaik (Asrul Sani), Penata Suara Terbaik (Hadi Hartomo), dan Penata Musik Terbaik (Franky Raden). Selain itu, film ini juga menjadi filmIndonesia pertama yang masuk dalam seleksi film berbahasa asing di ajang Academy Award. Selain dibuat skuelnya(Nagabonar Jadi 2), tahun ini, Nagabonar kembali diputar ulang di bioskop setelah melewati proses remastering.

Tjoetnya’ Dhien (1988)

Film ini menceritakan tentang pejuang wanita asal Aceh, Tjoet Nya’ Dhien dan bagaimana dia dokhianati salah satu jendralnya , Pamglima Laot.Tjoet Nya’ Dhien di buat tahun 1988 distudarai Eros Djarot. Syutingnya memakan waktu sekitar 2,5 tahun denganmenghabiskan biaya sekitar 1,5 milyar rupiah. Film ini memenangkan piala Citra sebagai film terbaik. DibintangiChristine Hakim sebagai Tjoet Nya’ Dhien, Piet Burnama sebagai panglima Laot, Rudy Wowor sebagai SnouckHurgronje dan Slamet Raharjo sebagai Teuku Umar.Tjoet Nya’ Dhien jadi film terlaris di Jakarta pada 1988 dengan 214.458 penonton (data dari perfin). Film ini jugamerupakan film Indonesia pertama yang ditayangkan di Festival Film Cannes pada tahun 1989. Film ini mendapat pialaCitra FFI 1988 untuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Pameran Utama Terbaik, Cerita Terbaik, Musik Terbaik,Fotografi Terbaik, dan Artistik.

Soerrabaja’45 (1990)

Film ini berdasarkan kisah nyata di Surabaya saat merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Dalam pertempuran inibanyak Arek Suroboyo yang gugur. Yang kemudian terkenal dengan sebutan peristiwa 10 November.Film ini dimulai ketka Jep[ang kalah perang dan proklamasi kemerdekaan Indonesia berkumandang di radio-radio.Ketika pasukan Inggris yang tiba di Surabaya, masyarakat menerima, sebab pasukan Inggris datang untuk melucutitentara Jepang. Masalah-masalah muncul ketika Inggris tidak mengakui kemerdekaan Indonesia. Pemuda-pemudaSurabaya pun angkat senjata melawan Inggris.Film garapan Imam Tantowi ini cukup unik, karena ada lima bahasa yang digunakan dalam dialog para pemain. Yaitu ;Indonesia, Inggris, Jepang, Belanda, dan bahasa Jawa. Film yang menghabiskan biaya sekitar 1,8 Milyar rupiah inidibintangi Usman Effendy, Leo Kristi, Tuty Koesnender dan Juari Sanjaya. Film ini juga mendapat piala Citra FFI1991 untuk sutradara Terbaik dan penghargaan Dewan Juri FFI 1991 untuk Film yang menggambarkan semangat juangIndonesia.

7 Film Warkop Terbaik


Warkop atau sebelumnya Warkop Prambors, juga kemudian dikenal sebagai Trio DKI adalah grup lawak yang dibentuk oleh Nanu (nama asli Nanu Mulyono),Rudy (Rudy Badil), Dono (Wahjoe Sardono), Kasino (Kasino Hadiwibowo) dan Indro (Indrodjojo Kusumonegoro). Nanu, Rudy, Dono dan Kasino adalah mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Jakarta sedangkan Indro kuliah di Universitas Pancasila Jakarta
tapi khalayak lebih mengenal Warkop hanya brenggota 3 orang, yaitu dono, kasino, indro. Hal ini dikarenakan karna mereka bertigalah yang paling aktif dan paling sering tampil dalam film-film warkop.

Warkop sudah mencetak puluhan judul film komedi yang laris dipasaran di jamanya, bahkan di jaman sekarang, film-filmnya pun masih laku dan mempunyai rating yang tinggi. Dari puluhan film warkop, ada 7 film yang dianggap terbaik oleh para penggemarnya,

Berikut adalah 7 Film Warkop Terbaik Sepanjang Masa :

1. Pokoknya Beres (1983), Sutradara: Arizal.

 Us Us sebagai bapak kos membuat film yang seperti kliping adegan-adegan ini jadi lebih terasa “rumahan”. Dono, Kasino, Indro, plus Eva Arnaz dan Lidya Kandou yang nyaris selalu pakai short pant dan kaos ketat sepanjang film hampir seperti keluarga di sini. Warkop menggambarkan para perantau yang jadi pengangguran, dan disibukkan oleh salah paham kecil dan kesialan-kesialan kecil di antara para penghuni kos sendiri. 

2. CHIPS-Cara Hebat Ikut Penanggulangan Masalah Sosial (1983), Sutradara: Iksan Lahardi.


Diilhami film seri CHIPS yang dibintangi Eric Estrada, Warkop jadi anggota polisi bermotor swasta pimpinan Oom Junet (Panji Anom) yang mata keranjang. Selalu sial dalam tugas, para anggota CHIPS ala Warkop ini juga jadi sindiran tentang budaya suap di kalangan aparat kepolisian waktu itu. Lihat saja adegan Kasino memeras si Oom dengan kata “Jangkrik, booos….!” 

3. Manusia 6000000 Dollar (1981), Sutradara: Ali Shahab.


Saat mengejar copet, Dono ketabrak bemo, jadi manusia bionik. Diilhami sukses film seri TV The Six Million Dollar Man tentang Steve Austin (Lee Mayors). Dono harus menyelamatkan Eva Arnaz, dan melawan si gigi besi Jack John –ini karakter yang diilhami salah satu musuh James Bond dalam Moonraker. Adegan tak terlupakan: Kasino berburu copet, malah digebuki di pasar disangka copet. 

4. Sama Juga Bohong (1986), Sutradara: Chaerul Umam.


Skenario ditulis N. Riantiarno. Sutradara dan penulis skenario yang biasa dengan film “nyeni” membuat film ini sangat unik dibanding film-film Warkop lainnya. Dono dibantu Kasino-Indro membuat robot untuk pertunjukan amal. Barangkali, ini salah satu dari sedikit sekali film Indonesia yang menampilkan karakter robot. Film ini juga paling tak mengeksploitasi keseksian perempuan. 

5. Maju Kena Mundur Kena (1983), Sutradara: Arizal.

Film Warkop paling laris. Kasino jadi bos bengkel, dan Dono-Indro jadi bawahannya. Kasino melarang anak buahnya naksir perempuan, tapi dia sendiri terobsesi pada Marina (Eva Arnaz). Kemudian Marina satu kos dengan mereka, tapi yang beruntung malah Dono yang diakui suami Marina untuk menghindari dari perkimpoian paksa oleh kakek-neneknya. Film diakhiri dengan Dono menyamar jadi pemain sepak bola wanita. 

6. Setan Kredit (1982), Sutradara: Iksan Lahardi.


Dono Kasino Indro jadi tim pembantu orang-orang yang kesulitan, termasuk mencari dan mencoba menyelamatkan seorang anak yang diculik. Sepertiga terakhir film ini menjadi komedi-horor, dengan trik-trik kamera yang lumayan. Gaya mereka menghadapi pocongkkkkkkkkkkkkkkkkkkk mirip dengan film-film vampir Hongkong yang populer pada 1990-an.

7. Mana Tahan (1979), Sutradara: Nawi Ismail.


Film paling “lurus” dari Warkop, juga adalah film pertama mereka. Citra “anak kos” dalam film ini tetap lekat pada mereka sampai film terakhir mereka pada 1994. Citra yang menggambarkan mereka sebagai sekawanan pemuda kurang kerjaan dan terobsesi pada perempuan. Masih dengan “Warkop keempat” yang asli .