Menatap Layar Atap ( Mantap! )


Sekolompok anak remaja yang memiliki jiwa seni yang tinggi, dan ingin meluruskan jalan anak geng motor, untuk membantu orang lain.

Dengan ke ahlian mereka dalam bidang seni, mereka mengajak anak" geng motor untuk ikut berpartisipasi. Dan kesenian yang mereka buat akan di jual, hasil dari penjualan kesenian tersebut di sumbangkan ke palestina.

Tahun Rilis : 2012
Produksi : Komfaz Production ( Komunitas Film Indie asal Medan,Sumatera Utara )
Durasi : 15 Menit
Sutradara : Fitria Wulandari
Kameramen : M. Fahrul Rozi
Penulis naska : Aldila Lubis  ( Penulis naska terbaik FFA 2010 )
Editor : Muhammad Ali Akbar ( Editor terbaik FFA 2012 ).





Twitter      : https://twitter.com/komfazprod

Penemuan Menakjubkan di 2012 yang Dulu Hanya Ada di Film Fiksi



 
1. Anggota Tubuh Bionik
Sebelumnya gambaran tubuh bionik muncul pada 1960. Istilah "cyborg" (cybernetic organism) dimunculkan oleh Manfred E Clynes dan Nathan S Kline dalam sebuah artikel yang keduanya tulis dalam jurnal Astronautics.

Sejak itu, anggota badan bionik telah menjadi kiasan dalam banyak potongan cerita fiksi. Tercatat muncul fiksi The Six Million Dollar Man dari tahun 1970-an, Borg of Star Trek dan bahkan Darth Vader, karakter sentral dalam  Star Wars.

Pada 2012 ini, untuk pertama kalinya, seorang wanita lumpuh mampu mengendalikan anggota tubuh robotnya. Adalah Claire Lomas, wanita yang lumpuh akibat sebuah kecelakaan berkuda pada 2007 yang mengakibatkan leher, tulang punggung dan tulang rusuknya patah. Tapi dengan sebuah bantuan tubuh bionik, ia mampu menjalankan lari maraton selama 16 hari.

Percobaan bionik pada primata juga sudah memungkinkan untuk membuat antarmuka otak komputer yang cukup efisien untuk merancang gerakan lebih realistis ke dalam anggota badan. Anggota badan bionik Lomas berbeda dengan bionik yang terdapat dalam kisah fiksi, karena masih terhubung melalui elektroda eksternal untuk tengkorak.

 
2. Teleportasi dan Komunikasi Kuantum
Dalam film Star Trek, terdapat sebuah teknologi yang disebut "teleportasi" yakni memindahkan suatu objek ke tempat lain melalui sebuah alat yang disebut transporter. Dengan alat ini, objek dapat dipindahkan ke sesuatu tempat tertentu dengan menghilangkan objek.

Kisah fiksi ini semakin menjadi nyata. Rekor baru untuk kejutan listrik foton (partikel elementer dalam fenomena elektromagnetik) langsung dari satu tempat ke tempat lain telah terjadi pada tahun ini. Teleportasi kuantum telah dilakukan di laboratorium untuk beberapa waktu, meski jarak hanya dalam ukuran beberapa meter.

Pada November 2012, rekor terbaru teleportasi kuantum tercipta yaitu 89 mil atau 143 km.  Selain teleportasi, para ilmuwan juga membangun internet kuantum pertama. Meski penemuan ini masih awal, tapi teleportasi foton untuk jarak beberapa mil akan memungkinkan komunikasi yang aman, anti disadap.

 
3. Penyakit genetik dapat dicegah
Rekayasa genetika untuk manusia yang lebih baik merupakan topik yang muncul berulang-ulang sejak novel "Brave New World" karya Aldous Huxley yang terbit pada tahun 1931. Novel ini menceritakan antisipasi perkembangan teknologi reproduksi masa depan yang mengubah masyarakat.

Novel ini memicu film seperti "Gattaca" yang menyajikan rekayasa genetik pada anak-anak untuk memastikan sifat genetik terbaik yang dihasilkan orang tua dan novel "Beggars" di Spanyol yang mengeksplorasi implikasi dari perubahan genetik muncul secara luas.

Nah, pada 2012 ini, konsep untuk rekayasa genetik telah muncul tapi untuk mencegah suatu penyakit mitokondria. Sekitar satu dari 200 orang yang lahir diperkirakan menderita dengan gangguan di mitokondria, pusat energi sel. Untuk pertama kalinya para ilmuwan mampu mentransfer inti DNA dari satu sel telur manusia yang lain. Dua kelompok independen menemukan cara untuk transplantasi inti antara sel telur manusia, dan meninggalkan DNA mitokondria, yang diturunkan dari ibu ke anak.

Temuan ini berarti membuat gangguan mitokondria dapat disembuhkan sebelum anak lahir. Meski teknik-teknik tersebut tidak akan menyembuhkan penyakit seperti sindrom Down, yang melibatkan inti DNA tapi itu menunjukkan bahwa beberapa manipulasi genom manusia bukan hanya mungkin, tapi bisa terjadi.

 
4. Penerjemah Universal
Dalam sebuah drama fiksi sains, penerjemah universal tersaji dalam serial "Doctor Who" yang dirilis sejak 1963. Dalam drama ini terdapat sebuah instalansi bernama "Time and Relative Dimension in Space (Tardis), sebuah mesin waktu, yang menghasilkan sebuah medan yang memungkinkan para wisatawan untuk memahami bahasa mahluk asing tanpa membutuhkan bantuan kamus.

Konsep penerjemah universal ini juga termasuk dalam novel trilogi "Mars" karya Kim Stanley Robinson, salah satu penulis sains fiksi asal Amerika Serikat.  Konsep ini berhasil diwujudkan dengan munculnya aplikasi penerjemah berbasis suara, Jibbigo. Aplikasi penerjemah ini membutuhkan koneksi internet. Beberapa penerjemah universal yang muncul yaitu Klingon dan Comic-con.

 
5. Kacamata Canggih di kepala
Pembaca novel "Accelerando" dari Charles Stross tentu sangat antusias menantikan kehadiran Google Glasses, sebuah kacamata canggih augmented reality besutan Google. Dalam novel yang dirilis pada 5 Juli 2005 tersebut, digambarkan tokoh protagonis, Manfred MacX membawa data dan memorinya dalam sepasang kacamata yang terhubung ke internet.

Sementara Google yang merilis Google Glasses pada tahun ini memungkinkan penggunanya untuk mengakses data, internet dan memotret melalui kamera yang ada di kacamata tersebut.

 
6. Penerbangan Ruang Angkasa Swasta
Dalam banyak cerita fiksi ilmiah, banyak perjalanan ruang angkasa dilakukan pihak swasta. Misalnya dalam film sains fiksi terbaru besutan Ridley Scott, "Prometheus" yang dirilis 30 Mei 2012. Dalam film ini, Weyland Corporation mendanai sebuah ekspedisi untuk mengikuti peta bintang ke bulan LV-223.

Dan kenyataannya, sebuah perusahaan ruang angkasa swasta, SpaceX, yang dimiliki Elon Musk akan meluncurkan puluhan misi pertama yang direncanakan ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS). Kapsul Dragon dirancang untuk memasok ISS, namun Musk, yang juga pendiri PayPal, juga tak puas dengan misi tersebut. Ia memiliki rencana besar, melakukan kolonisasi Mars.
 
 

10 Film yang Ditunggu di 2013


 Sudah puluhan film-film besar yang telah dirilis sepanjang tahun 2012. Ada yang sukses besar dengan mencetak box office dan menuai pujian, namun tak sedikit pula yang berakhir dengan sebaliknya.

Di tahun 2013 pun sudah menanti film-film calon blockbuster lainnya yang sudah siap dinanti. Apa saja kira-kira?


1. EVIL DEAD
Sutradara : Fede Alvarez
Pemeran: Jane Levy, Shiloh Fernandez, Lou Taylor Pucci, Jessica Lucas, dan Elizabeth Blackmore.

Rencana Rilis: 12 April 2013
Lima orang remaja pergi berlibur ke sebuah kabin di tengah hutan. Liburan mereka yang semula menyenangkan, tiba-tiba berubah  menjadi petaka saat mereka menemukan sebuah "Buku Kematian". Melalui Buku tersebut , mereka tanpa sengaja kemudian membangkitkan iblis di dalam hutan yang lantas merasuki dan memburu mereka satu per satu.

Kenapa wajib dinantikan?
Pertama karena filmnya merupakan Remake dari film horror klasik tahun 1981 arahan Sam Raimi (Spider-Man).  Remake kebanyakan dipandang sebelah mata, namun film ini memiliki kasus berbeda karena proyek 'daur ulang' nya ditangani langsung oleh Sam Raimi sebagai Produser.  

Trailernya yang menghadirkan kesadisan tingkat tinggi juga sempat menghebohkan saat tayang di ajang Comic Con beberapa waktu lalu.  Tak heran, kemudian pihak Lionsgate dengan percaya diri merilis sebuah poster bertuliskan "Film yang akan menjadi film paling mengerikan yang pernah kalian saksikan". Kamu bisa membuktikannya saat filmnya rilis bulan April nanti.


2. OBLIVION
Pemain: Tom Cruise, Olga Kurylenko, Andrea Riseborough, Nikolaj Coster-Waldau, Melissa Leo, dan Morgan Freeman.

Rencana Rilis: 19 April 2013
Bersetting di masa depan, Oblivion mengisahkan tentang sebuah pengadilan militer yang mengirimkan seorang veteran perang Jack Harper (Tom Cruise) ke sebuah planet terasing. Disana Ia ditugaskan untuk menghancurkan sisa-sisa ras alien yang masih tertinggal.

Semuanya berjalan lancar, sampai suatu ketika Jack harus berhadapan dengan penjelajah angkasa yang kemudian mempertanyakan apa yang ia ketahui tentang planet tersebut, misi nya selama disana, dan tentang dirinya sendiri.

Kenapa wajib dinantikan?

Tom Cruise. Ya, aktor satu ini sudah lama sekali tak tampil dalam film fiksi ilmiah berbujet besar seperti "Oblivion". Terakhir mungkin adalah Minority Report (2002) dan War of the Worlds (2005). Belum lagi filmnya juga disutradari oleh Joseph Kosinski yang sudah berpengalaman membuat film penuh spesial efek fantastis seperti dalam "Tron: Legacy".


3. IRON MAN 3
Sutradara: Shane Black
Pemain: Robert Downey Jr., Ben Kingsley, Don Cheadle, Gwyneth Paltrow, Guy Pearce, Rebecca Hall, Ashley Hamilton, Jon Favreau dan James Badge Dale.

Rencana Rilis : 3 May 2013
Iron Man 3 menceritakan tentang Tony Stark/Iron Man yang kali ini harus melawan seorang musuh baru yang telah membuat hidup dan karirnya seketika berantakan.

Stark kemudian memulai petualangan barunya dan mencoba bertahan hanya dengan peralatan 'tempur' seadanya yang dimilikinya. Sebuah petualangan yang sekaligus akan membuatnya menemukan jawaban dari pertanyaan yang selama ini menghantuinya."Apakah manusia yang menciptakan kostum untuk membentuk kepribadian, ataukah sebaliknya?

Kenapa wajib dinantikan?
Bagi yang menyukai aksi 'nyentrik' Tony Stark dalam kostum Iron man nya di 2 film sebelumnya, rasanya mustahil tak menantikan film ketiganya ini. Apalagi dalam film ini Stark akan menghadapi salah satu musuh terkuatnya The Mandarin yang diperankan oleh aktor peraih Oscar, Ben Kingsley.

 
4. STAR TREK: INTO DARKNESS
Sutradara : J.J. Abrams
Pemain: Chris Pine, Zachary Quinto, Benedict Cumberbatch, Alice Eve, Simon Pegg, Karl Urban, Zoe Saldana, Anton Yelchin, John Cho, Noel Clarke, dan Bruce Greenwood.

Rencana Rilis: 17 May 2013
Star Trek Into Darkness akan menceritakan masa di saat seluruh awak kapal antariksa Enterprise, dipanggil pulang ke Bumi. Saat itu para kru dan awak kapal menghadapi sebuah teror tak terhentikan di dalam tubuh organisasi Enterprise. Teror tersebut akhirnya memicu peledakan armada kapal, sehingga dunia terancam krisis berkepanjangan.

Captain Kirk kemudian seorang diri berusaha untuk memimpin perburuan pihak yang menciptakan sebuah senjata masal, senjata yang menghancurkan armada kapal Enterprise.

Perjuangan Captain Kirk dan rekan-rekan lalu membawa mereka ke sebuah permainan hidup-mati, serta juga kemudian melibatkan pengorbanan cinta, dan persahabatan yang selama ini terjalin di antara kru kapal Enterprise.

Kenapa wajib dinantikan?
Trekker (sebutan untuk fans Star Trek) yang sudah menantikan kelanjutan film pertamanya 3 tahun lalu ini akhirnya bisa segera menyaksikan petualangan terbaru Captain Kirk, dkk. Alasan lain tentu saja dengan kehadiran Bennedict Cumberbatch yang diprediksi akan memerankan penjahat utama dalam Star Trek Saga, Khan (Walaupun hal ini masih dibantah oleh Cumberbatch). Ya, terlepas benar atau tidak, film baru J.J.Abrams ini memang patut dinantikan karena akan mempertemukan kembali hampir semua pemain dan crew dibalik film pertamanya yang sukses mendapat pujian dan box office.

 
5. MAN OF STEEL
Sutradara : Zack Snyder
Pemain : Henry Cavill, Russell Crowe, Kevin Costner, Diane Lane, Amy Adams dan Michael Shannon.

Rencana Rilis : 14 Juni  2013 (3D)
Sebagai sebuah reboot, Man of Steel akan mengisahkan kembali dari awal mengenai sejarah dari Superman. Seorang anak bernama Kal-El, dikirim ke bumi oleh orang tuanya dari planet Krypton yang sedang dalam kehancuran. Di bumi, Kal-El kemudian dirawat oleh pasangan Martha dan Jonathan Kent di Kansas.

Saat remaja, Ia tumbuh sebagai seorang Jurnalis bernama Clark Kent. Sampai kemudian bahaya mulai menyerang bumi, Clark pun memenuhi panggilannya sebagai seorang pahlawan super untuk melawan kejahatan sebagai "Superman".

Kenapa wajib dinantikan?
Man of Steel sudah tak bisa dipungkiri lagi sebagai film superhero paling dinantikan tahun ini. Ekspektasi para fans Superman pun semakin tinggi karena filmnya diarahkan oleh Zack Snyder, Sutradara visioner yang pernah membuat film Superhero yang banyak mendapat pujian Watchmen. Belum lagi dengan duduknya Christopher Nolan (sutradara Trilogy The Dark Knight) sebagai Produser. Filmnya diperkirakan akan mengikuti 'jejak sukses' Batman dengan menampilkan kisah yang lebih 'manusiawi' dari Superhero satu ini. Filmnya diharapkan bisa mengobati kekecewaan pada penonton atas film reboot "Superman Returns" karya Bryan Singer yang banyak mendapat kritikan.

 
6. KICK-ASS 2
Sutradara : Jeff Wadlow
Pemain : Aaron Johnson, Chloe Moretz, Christopher Mintz-Plasse, Clark Duke, Donald Faison, John Leguizamo, Olga Kurkulina, dan Jim Carrey.

Rencana Rilis : 28 Juni 2013
Setelah Kick-Ass (Aaron Johnson) berhasil 'menginspirasi' sekelompok orang untuk menjadi superhero bertopeng seperti layaknya dirinya, Ia pun bergabung dengan kelompok yang dipimpin oleh Colonel Stars dan Stripes (Jim Carrey).

Kelompok Superhero amatir ini kemudian diburu oleh Red Mist (yang telah 'bangkit' kembali dengan julukan 'The Mothe Fuc*er'). Hanya Hit Girl (Chloe Grace Moretz) yang dengan senjatanya bisa mengatasi serangan dari Red Mist tersebut.

Kick-Ass dan Hit Girl awalnya sudah ingin 'pensiun' dari profesi mereka sebagai Superhero dan mulai menjalani kehidupan remaja normal mereka sebagai Dave dan Mindy. Namun ketika kelulusan sekolah semakin mendekat, dan Dave belum tahu apa yang akan Ia kerjakan, Ia akhirnya memutuskan untuk kembali membuat Team Superhero bersama Mindy.

Sialnya, saat identitas Mindy sebagai Hit Girl terbongkar ke publik, Ia memutuskan untuk pensiun. Dave yang tinggal seorang diri kemudian memutuskan bergabung bersama Justice Forever  yang dipimpin oleh Colonel Stars and Stripes.

Saat mereka mulai beraksi, kemudian muncul super-villain pertama di dunia bernama 'The Mother F%&*^r' (transformasi Red Mist) yang kembali memperkuat jaringan kejahatannya untuk membalas dendam terhadap kematian Ayahnya yang dilakukan oleh Kick-Ass dan Hit-Girl. Namun satu hal yang tak diketahui oleh  'The Mother F%&*^r', jika ia menyerang salah satu anggota dari Justice Forever, maka Ia juga akan berurusan dengan semua anggotanya.

Kenapa wajib dinantikan?
Sebagai superhero yang belum se-terkenal superhero lainnya rilisan Marvel dan DC, film pertamanya tahun 2010 lalu langsung memiliki fans fanatik tersendiri. Tentu saja karena Kick Ass berani menghadirkan konsep Superhero tanpa kekuatan super yang berbeda dengan Superhero lainnya. Belum lagi film keduanya ini akan semakin meriah dengan bergabungnya  Jim Carrey dan tentu saja kembalinya Chloe Moretz yang telah mencuri perhatian luar biasa lewat perannya sebagai Hit Girl.

 
7. MONSTERS UNIVERSITY
Sutradara: Dan Scanlon
Pemain: Billy Crystal, John Goodman, Steve Buscemi, Dave Foley, Julia Sweeney, Joel Murray, dan Peter Sohn.

Rencana Rilis : 21 Juni 2013 (3D)
Film prekuelnya ini mengisahkan tentang kisah persahabatan antara Mike dan Sulley saat mereka masih berada di "University of Fear".

Kenapa wajib dinantikan?
Lebih dari 10 tahun  dinantikan akhirnya muncul kisah baru dari monster raksasa Sulley dan monster bermata satu "Mike". Namun bukan sekuel kali ini, melainkan sebuah prekuel. Film ini sekaligus menjadi film prekuel pertama sepanjang sejarah Rumah Produksi Pixar. Apalagi dengan jarak hampir 12 tahun, film ini bisa menjadi ajang nostalgia yang menyenangkan bagi seluruh keluarga saat menyaksikanya di bioskop.


8. PACIFIC RIM
Sutradara : Guillermo del Toro
Pemain : Charlie Hunnam, Idris Elba, Rinko Kikuchi, Charlie Day, Max Martini, Rob Kazinsky, Clifton Collins Jr., dan Diego Klattenhoff.

Rencana Rilis : 12 Juli 2013 (3D)
Pacific Rim sendiri mengisahkan tentang monster raksasa maha dahsyat bernama Kaiju yang bangkit dari lautan. Perang besar untuk mengalahkan para monster tersebut demi keselamatan jutaan umat manusiapun dimulai.

Untuk mengalahkan monster Kaiju, mereka harus menggunakan senjata canggih berbentuk robot yang disebut "Jaegers" . Robot tersebut akan dikendarai oleh pimpinan Pilot (Charlie Hunnam) dan anak buahnya (Rinko Kikuchi).

Bersama mereka berjuang mati-matian dan menjadi satu-satunya harapan bagi jutaan umat manusia dari teror monster tersebut.

Kenapa wajib dinantikan?
Monster versus Robot, Ibarat Godzilla ditandingkan dengan Transformers. Rasanya dua hal itu saja sudah langsung membuat calon penonton penasaran dan berbondong-bondong ke bioskop. Ditambah lagi filmnya diarahkan oleh Sutradara yang memang sudah tak diragukan lagi untuk tema serupa, Guillermo Del Toro (Pans Labyrinth, Hellboy). Film ini juga menelan bujet produksi yang sangat besar melebihi $200 Juta dan merupakan salah satu proyek film Del Toro paling ambisius. So, tak ada alasan untuk melewatkan yang satu ini.

 
9. THE HUNGER GAMES: CATCHING FIRE
Sutradara: Francis Lawrence
Pemain: Jennifer Lawrence, Josh Hutcherson, Liam Hemsworth, Sam Claflin, Jena Malone, Jeffrey Wright, Philip Seymour Hoffman, Amanda Pllummer,  Elizabeth Banks, Woody Harrelson, dan Donald Sutherland.

Rencana Rilis: 22 November 2013
Kisahnya dimulai setelah Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) kembali ke Distrik 12, usai memenangkan pertandingan Hunger Games  ke-74, bersama rekan sekampungnya, Peeta Mellark (Josh Hutcherson).

Kemenangan tersebut bukan berarti bahwa Katniss dan Peeta terlepas dari rongrongan, serta kuasa Capitol.

Katniss dan Peeta kemudian diharuskan melakukan tur keliling 11 distrik lain, sebagai salah satu tugas pemenang The Hunger Games. Tur ini sebenarnya merupakan cara lain bagi Capitol dalam menunjukkan kekuasaan atas seluruh penduduk Panem.

Pemerintahan Panem di Capitol, yang dipimpin oleh Presiden Snow ( Donald Sutherland), sendiri masih mencium bakat pemberontakan yang ditunjukkan oleh Katniss di pertandingan Hunger Games.

Maka dibuatlah sebuah peraturan bahwa Katniss dan Peeta harus mengikuti pertandingan Hunger Games ke-75 yang disebut The Quarter Quell.

Kali ini peserta pertandingan, bukanlah sepasang tribute yang dipilih dari setiap distrik, melainkan 24 pemenang Hunger Games di tahun-tahun kompetisi sebelum kompetisi tahun ke-74 di mana Katniss dan Peeta ikut.

Namun, pertandingan yang awalnya ditujukan oleh Presiden Snow untuk meredam pemberontakan, ternyata malah semakin membuka kesempatan itu.

Ditambah saat diketahui bahwa Distrik 13 yang sebelumnya dikabarkan telah dihancurkan oleh Capitol, ternyata masih ada.

Kenapa wajib dinantikan?

Film pertamanya menghasilkan hampir $700 Juta diseluruh dunia. Filmnya juga telah menjadi 'pengganti' yang sempurna saat Summit Entertainment harus 'menutup' seri Twilight Saga. Berbeda dengan Twilight Saga yang mendapat kritkan, film pertama Hunger Games justru 'banjir' pujian. Maka tak heran sekuelnya ini diharapkan akan mampu melampaui kesuksesan film pertamanya dan mampu memuaskan imajinasi fans fanatik yang sudah membaca novelnya. Alasan lain? Ya, tentu saja ingin melihat Jennifer Lawrence dan Josh Hutcherson yang kembali sebagai Katniss dan Peeta.

10.  THE HOBBIT : DESOLATION OF SMAUG
Sutradara: Peter Jackson
Pemain : Martin Freeman, Ian McKellan, Richard Armitage, Orlando Bloom, Luke Evans, Lee Pace, Evangeline Lilly, dan suara dari Benedict Cumberbatch.

Rencana Rilis : December 13, 2013 (3D)
Bilbo Baggins, Gandalf, dan para kurcaci berhasil lolos dari Misty Mountains dengan Bilbo yang kini telah memegang 'one ring'. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka untuk merebut kembali emas mereka dari Naga Smaug.

Kenapa wajib dinantikan?
Film pertamanya saat ini masih tayang dan meraih kesuksesan besar di bioskop-bioskop seluruh dunia (termasuk Indonesia).  Penonton yang telah menyaksikan film pertamanya dan penasaran dengan 'ending' film pertamanya yang 'menggantung', maka sudah dipastikan akan menyaksikan film keduanya ini. Apalagi sosok Naga yang masih 'disembunyikan' di film pertamanya akhirnya akan diperlihatkan di film keduanya nanti. Serta tentu saja, adegan peperangan yang akan lebih seru dan intens dari film pertamanya yang memang hanya ditujukan sebagai "pengantar" semata.
 
 

Pemutaran Film Menatap Layar Atap

Ini jadi pertamanya kalinya kami memutar film yang kami produksi untuk di ikut lombakan ke Festival Film Anak ( FFA ). Walaupun belum terlalu berhasil tapi kami masih tetap untuk meningkatkan kekreativitas kami, kami juga mengundang komunitas film lain yaitu : WWBP ( Wale wale Bhee Production ) dan Opique Picture.


Pada saat pemutaran kami juga menyediakan makanan yang pada saat pemutaran film kami sajikan


Dan melakukan makan bersama


Pada hari itu juga kami mengerjain salah satu anggota Komfaz Production dikarenakan ulang tahunnya yang ke 17


Ini seluruh anggota Komfaz Production



BONUS
Anggota Komfaz Production yang paling ganteng





   







Apa yang Dibutuhkan Untuk Sukses di Bisnis Film Indie

 Menjadi pembuat film maverick is cool asalkan Anda memahami apa yang diperlukan untuk sukses dalam bisnis film."Tahu aturan sebelum Anda istirahat mereka" adalah kata yang baik untuk diingat.Anda tidak dapat membuat nama untuk diri sendiri dalam bisnis film jika Anda tidak tahu cara kerjanya.Jika Anda adalah tipe orang yang tidak mendengarkan suara nasihat atau merupakan tahu-it-all, maka tidak ada manfaat dalam membaca terus.Jika Anda adalah tipe orang yang berpikiran terbuka terhadap informasi baru maka ini akan berbicara kepada Anda.
  Beberapa pembuat film indie calon dipengaruhi oleh apa yang mereka baca dan dengar film tentang terkenal.Fulan menolak untuk berkompromi visi kreatif mereka dan membuat studio kembali.Begitulah cara mereka permainan dimainkan di Hollywood, tetapi tidak pada tingkat film benar independen.Seorang pembuat film independen yang memungkinkan ego mereka mengontrol tindakan mereka pasti gagal.Pemain dan kru di film indie yang tidak dibayar cukup, jika mereka dibayar sama sekali, untuk berurusan dengan pembuat film indie yang terlalu sulit untuk bekerja dengan.
  Mereka akan berjalan dari proyek Anda atau menyerahkan upaya bersemangat yang akan sangat jelas ketika Anda pergi untuk mengedit film.Post produksi tidak pernah bohong.Film Independen anggaran yang ketat tanpa ruang gerak untuk hari syuting tambahan.Banyak kali uang bibit untuk memproduksi film indie berasal dari teman-teman dan keluarga pembuat film.Tidak untuk berkompromi visi kreatif Anda saat ini benar-benar diperlukan untuk menyelesaikan film ini kegilaan, belum lagi egois.Jika saya pribadi menginvestasikan uang ke dalam film teman atau kerabat saya berharap mereka akan mengontrol ego mereka untuk menyelesaikan film.

  Aku selalu merasa membuat film tidak memberikan seseorang ijin kreatif untuk buang uang orang lain.Apalagi jika uang yang datang dari teman-teman dan keluarga.Saya memperlakukan uang investor itu adalah saya sendiri.Sebelum Anda menembak film Anda itu ide yang bagus untuk menyorot adegan naskah Anda yang penting untuk visi kreatif Anda.Ini hanya pendapat saya, tetapi saya belum melihat film di mana setiap adegan epik.Saya belum berbicara dengan skenario lain yang mengatakan kepada saya bahwa setiap sedikit dialog dan adegan mereka menulis menakjubkan.Beberapa dialog dan adegan yang hanya ada untuk menjaga cerita bergerak.Aku bergaul dengan segerombolan jujur pembuat film indie dan kami cukup banyak setuju setiap film telah filler ditulis ke dalamnya.
  Mungkin menyakiti pembuat film realistis untuk berpikir seperti itu, tapi kejujuran brutal yang menakjubkan bagi pertumbuhan semangat kreatif yang sehat.Ketika Anda akan melalui script Anda menyorot adegan filler yang tidak penting untuk visi kreatif Anda.Mereka akan menjadi adegan pertama ditebang atau dihapus bersama-sama ketika waktu dan uang mulai habis.Pada film indie tingkat membuat waktu dan uang selalu habis.Bersiaplah untuk melakukan perubahan pada film Anda dan visi kreatif jika push datang untuk mendorong.Selama produksi fitur Konsinyasi pertama saya saya harus menulis ulang adegan di tempat atau film akan mati.Saya tidak merasa terganggu visi kreatif saya dengan membuat perubahan radikal di set.Saya bisa mengatasi kendala untuk menyelesaikan film.Bukankah menyelesaikan film apa itu semua tentang?
  Itu sebabnya saya setuju untuk menjadi kontributor tetap untuk Movie Biz Pelatih.Dibutuhkan pendekatan segar untuk membantu calon penulis skenario, sutradara, aktor, dan produser mencapai tujuan mereka.Dalam industri yang berantakan penuh dengan membosankan dan basi pembuatan film sumber daya Movie Biz Pelatih berdiri sebagai suatu cara yang menarik dan segar untuk belajar bisnis.Ketika Konsinyasi co-produser Tim Beachum mendekati saya dengan ide saya pikir itu keren, tapi tidak bagi saya.Lalu ia membuat titik yang baik."Ini adalah tentang penembakan dari pinggul dan memberikan nasihat orang-orang film nyata, bukan bahwa Hollywood hype."Aku ditandatangani pada.
  Yang mengarah apa yang saya ingin berbagi dengan Anda hari ini, Hindari menjadi sombong film tidak fleksibel.Kadang-kadang situasi akan menuntut Anda menyesuaikan visi kreatif Anda.Datang dengan sikap bahwa Anda fleksibel akan membantu Anda menangani hal-hal yang dapat membunuh film.Seperti berhenti aktor, anggota kru sulit, kehilangan lokasi, atau masalah peralatan.Banyak yang bisa salah ketika Anda membuat film.Semakin terbuka anda untuk tidak membuang-buang energi melawan dan menemukan apa yang memperbaiki, makin baik Anda akan sebagai pembuat film.
  Dengan tidak berarti Anda harus keset ketika membuat film Anda, tetapi Anda tidak harus menjadi silet baik.Berbahagialah adalah pembuat film indie yang dapat menemukan dan terhubung dengan saldo kreatif mereka.Dalam tindak lanjut ke buku saya The Movie Pertama adalah Terberat, saya sedang menulis Mentalitas pembuat film untuk Hidup Menghargai.Ada banyak pelajaran hidup yang padat aku sudah belajar membuat film.Jika Anda mengambil apa-apa lagi dari apa yang Anda baca di sini, ambillah ini, "kontrol ego Anda, jangan biarkan ego Anda mengendalikan Anda."Ini adalah pembuat film indie Sid Kali mengetik FADE OUT.

Sumber

Sejarah Film Indie

http://www.hedgefundlounge.com/wp-content/uploads/2011/08/top_banner_indie_film-1.jpg
Sebuah film independen atau film indie adalah film fitur yang dibuat sebagian besar di luar studio film besar. Istilah ini juga merujuk kepada film seni yang berbeda dari sebagian film yang dipasarkan secara massal.Selain dibuat oleh perusahaan produksi independen, film independen sering dibuat dan/atau didistribusikan oleh anak studio besar. Agar dianggap independen, kurang dari setengah pendanaan film harus berasal dari studio besar. Film independen kadang dapat dengan mudah dibedakan dengan melihat konten dan gayanya yang menggambarkan visi artistik pribadi para pembuat film. Film independen biasanya, namun tidak selalu, dibuat dengan anggaran yang lebih rendah daripada film-film yang dibuat di studio besar. Umumnya, pemasaran film independen dapat dilihat dari rilis terbatas yang dirancang untuk menciptakan kata-kata mulut atau mencapai jumlah penonton khusus yang kecil.

 Akhir decade 1980-an film Indonesia miris di dagelin dengan Sekwilda atau Sekitar wilayah paha dan dada, hanya berisikan tema-tema komedi seks, seks horror, dan full seks dengan tujuan mencapai keuntungan saja. Dengan mutu rendah dan asal jadi dari segi cerita dan sinematografi-nya. Saking buruknya kualitas film, Festival Film Indonesia (FFI) yang digelar sejak 1973 harus dihentikan penyelenggaraannya pada 1994. Saat itu juga impor film Amerika, Mandarin dan India merajai di negeri merah putih ini. Menurut cacatan yang disadur dari Rumah Film, kita menerima 1000 sampai 1200 film asing pertahun melalui bioskop, televise, video compact disk dan download melalui internet. Dari catatan BP2N produksi film nasional berkisar 200 sampai 300 film dalam 10 tahun terakhir di 1980-an. Sangat jauh jika disbanding industry Bollywood yang mampu menembus angka 1000-1500 dalam 10 tahun.

Selama rentang itu pula tema sinema Indonesia tak pernah bergeser dari seks, kekerasan, mistis dan sadisme. Ini cermin kegagapan insane film nasional atas mandeknya kreativitas terpasung aturan main pemerintah. Tak bisa dipungkirin juga ini merupakan cermin selera pasar yang rendah. Namun bukan mutlak pula, karena pasar tidak punya pilihan lain yang disugguhkan oleh sineas yang cerdas kala itu!
Disamping mandeknya industry film Indonesia akibat aturan yang membatasi, malah istilah saya cenderung lebih mematikan itu, monopoli bioskop oleh kelompok bisnis Subentra Group dengan jaringan 21 Cineplex milik Sudwikatmono, hingga memasung film local , serta bomming sinetron model opera sabun yang ditayangkan TV swasta awal 1990-an terbukti lebih populer dibanding film yang digarap sineas negeri ini.
WARNA dan semangat baru film Indonesia justru muncul saat kelesuan hampir mencapai titik nadir, dibawa seorang anak muda lulusan Institut Kesenian Jakarta(IKJ) tahun 1996. Ia Garin Nugroho, yang gelisah atas kondisi tak bermutunya film Indonesia. Berbekal idealisme dan intuisi yang cerdas, Garin Nugroho mampu menbaca kebutuhan apresiapsi masyarakat akan film nasional dengan baik.
Garin muncul membawa angin perubahan. Dengan mengusung tema yang realis dan kemampuan visualisasi yang artistic, film-film produksi Garin mampu memukau penonton yang tengah dilanda dahaga apresiasi. Jika dihitung (mohon dikoreksi jika salah), dari awal decade 1990-an hanya film Garin Nugroho yang dinilai mampu bertahan dengan idealisme dan pasar tersendiri. Debutnya dalam Cinta Sepotong Roti (1991), bikin banyak kalangan tercengang. Caranya bertutur tentang kehidupan rumah tangga, problem social hingga perbincangan tentang seks, terkesan elegan dan tak biasa. Film ini menyabet piala citra dalam FFI 1991 sebagai film terbaik.
Kemudian, berturut-turut Garin menyutradarai Surat Untuk Bidadari (1994), Bulan Tertusuk Ilalang (1995), Daun Di Atas Bantal (1998), Puisi Tak Terkuburkan (1999), Rembulan Di Ujung Dahan (2002) hingga puluhan Serial Anak Seribu Pulau (1995) dan Pustaka Anak Nusantara (2001), dua terakhir ini didedikasikan untuk tayangan di televise hingga mewarnai acara hiburan media kaca yang cerdas serta apik untuk ditoton pemirsa di negeri ini.
GARIN boleh saja jadi ikon, tapi pelatuk yang meledakkan genre sinema independen tetap dipegang Kuldesak (1998) film bikinan sekelompok anak muda yang tergabung dalam komunitas Days For Night Films. Mereka, Mira Lesmana, Riri Riza, Nan Triveni Achnas dan Rizal Mantovani. Kecuali Rizal, anak-anak muda lulusan sekolah film IKJ ini ter-obsesi untuk produksi film sendiri. Sebelumnya mereka hanya dikenal sebagai seniman yang memproduksi , film pendek untuk kebutuhan study dan sekali-sekali buat iklan layanan masyarakat dan video klip.

Mulanya Kuldesak dikerjakan tahun 1996 dengan mengunakan alat produksi Video Digital yang dipinjam dan sewa sana-sini, dimana peraturan pemerintah masih sangat ketat. Paling repot, diantara seabrek persyaratan tak satupun dari mereka yang pernah jadi Astrada sampai empat kali. Pokoknya Kuldesak butuh 2,5 tahun, sampai 1998 baru tayang di bioskop. Awalnya Mira sempat prustasi. Tapi bagaimanapun rencana tetap jalan, demikian kisah mereka yang dikutip dari Rumah Film.

Secara bisnis Kuldesak memang tak sukses, tapi sejarah mencatat gebrakan mereka. Kuldesak kemudian jadi ikon gerakan film indipenden Indonesia. Film khas kehidupan anak muda metropolitas, sarat konflik dan penyelesaian yang tak biasa dan tak terkesan menggurui.

Sebagai pemicu, Kuldesak layak dibenarkan. Namun semangat filmmaker independen sebenarnya sudah mewabah ke pelosok negeri di era yang sama. Salah satu prestasi awal yang dicapai Independen Indonesia adalah ketika film pendek Gotot Prakosa diundang untuk diputar di Oberhausen Film Festival, Jerman, sebuah festival film pendek tertua dan paling bergengsi di dunia.Walau komunitas film di dekade 80 dan awal 90-an tidak sebanyak sekarang, namun dengan keterbukaan peluang untuk berkarya, gerakan-gerakan yang sifatnya lebih individual dan tertutup mulai berkembang di Indonesia, terutama di Jakarta.

Film Kuldesak, dengan gebrakan tema, budget produksi dan medium yang digunakannya, bersama dengan “Sinema Gerilya” SGA, tidak bisa dipungkiri memulai babak baru dalam sinema independen Indonesia. Bermula dari itu, perlahan-lahan tumbuh komunitas film di Indonesia, sebagian memfokuskan diri hanya pada apresiasi, sebagian lainnya langsung terjun ke dunia praktek dengan memproduksi film-film pendek, dokumenter, maupun feature film. Berbagai festival film independen diberbagai kota kerap dilakukan. Tercatat yang setiap tahunya digelar adalah, Festifal Film Konfiden Jakarta, Festival Film Dokumenter (FFD) Jogyakarta, JIFESt, J-Festival Jember, Kawanusa Bali, Festival Film Bandung (FFB), Festival Film Anak (FFA) Medan, serta beragam festival dan kompetisi film indie lainnya.

Persoalan istilah berikut perkembangan generasi baru film Indonesia
mendapat perhatian serius dari Katinka van Heeren, peneliti pada
Indonesian Mediations Research Project dari Unversitas Leiden Belanda
dalam papernya di International Institue for Asian Studies Newsletter
edisi Agustus 2002.
Ia menulis, "Yang mendorong gerakan ini bukan hanya karena kebetulan
belaka akibat iklim politik pada masa reformasi, tapi lebih penting
lagi, juga berdasar pada ketersediaan media audio visual baru untuk
merekam dan memutar film. Satu elemen dari gerakan film baru
berangkat dari istilah independen atau film independen, yang telah
jadi model dan semboyan bagi banyak anak muda Indonesia untuk membuat
film mereka sendiri."

SOAL istilah dan kriteria memang pelik. Beragam perdebatan saling-silang, berebut kebenaran dalam mendedah definisi dan karakteristik film independen. Sebelum itu, ada baiknya kita sedikit menengok sejarah film independen di kampung asalnya, Amerika.Semangat awalnya mula-mula karena kejenuhan John Cassavettes, filmmaker yang terpengaruh gerakan film di Perancis paruh 1950 hingga 1960-an. Kebosanan Cassavettes atas tema-tema film Hollywood yang kerap mengedepankan populisme, patriotisme, drama romantik dan kekerasan diwujudkan dalam film pertamanya yang kontroversial,
Shadows (1962).

Sosok Cassavettes, oleh Greg Merritt dalam bukunya Celluloid Mavericks, A History Of American Independent Film (2000), digambar
kan sangat inovatif. Merritt menyebut Cassavettes seorang inovator, yang
menggunakan teknologi secara benar, tak menggunakan aktor profesional, dan sarat improvisasi. Kritikus film percaya Cassavette sedang memberontak pada Hollywood. Ia dianggap benar-benar menumbuhkan semangat independen.

Satu lagi pelopor indies film, Dennis Hopper, sutradara Easy Rider (1969), yang dibintangi antara lain Peter Fonda, yang berhasil meraup US$ 19 juta. Sejak itu, indies film, istilah film indie di Amerika, tak lagi dipandang sebelah mata. Mau tak mau, Hollywood akhirnyaberpaling pada bakat-bakat, tema-tema dan cara pembuatan film yang tak lazim dalam sejarah industri Amerika. Di antara nama-nama besar di era 1980 hingga 1990-an seperti Steven Soderbergh (Sex, Lies and Videotape, 1989), Bob Goldthwait (Shakes The Clown, 1991) dan Peter Jackson (Bad Taste, 1987). Ada dua orang nama yang dianggap paling berpengaruh. Kritikus film menyebut mereka "Legendary Hero Of The 90s". Dua orang berbeda, namun satu
karakter, yakni Quentin Tarantino dan Robert Rodriguez. Mereka berusia muda, bukan lulusan sekolah film, dan nekat.
 
Tarantino muda hanyalah seorang penjaga kios video. Pengetahuan dan karakter filmnya dapat dijejaki dari caranya menghafal 2000 judul film lengkap dengan adegan-adegann menariknya. Kelak, kemampuannya
menulis skenario ditentukan dari sini. Debutnya lewat Reservoir Dogs (1992) membelalakkan mata para Hollywooders, yang tak menyangka bakal kedatangan film drama genre baru. Orang-orang yang membuat film diluar kemapanan industri film Holiwood kini malah jadi bagian di dalamnya dan malah menambah warna baru.


Sumber

Sosialisasi ACFI Medan: Sammaria Simanjuntak, Mak Gondut, dan “Demi Ucok”

Sosialisasi ACFI Medan
     Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar sosialisasi Aku Cinta Film Indonesia (ACFI) dan pemutaran film pendek dengan menghadirkan sineas muda Indonesia, Sammaria Simanjuntak dan peraih piala Citra FFI 2012, Mak Gondut, di Kafe Ulos, Selasa (18/12). Acara yang dihadiri puluhan peserta itu turut menghadirkan sutradara dan produser film Medan Rius Suhendra, sineas lokal dari Opique Picture dan pengamat film Medan, dr. Daniel.
     Pertumbuhan industri film lokal Medan memang kini ibarat cendawan di musim hujan. Banyak sineas muda bermunculan karena peluang di industri ini kian menjanjikan. namun, tak sedikit yang terkendala dalam hal biaya produksi dan jalur distribusi. Sammaria Simanjuntak ialah salah sineas indie yang berhasil menembus kesulitan itu dengan memproduseri film berjudul “Demi Ucok” dengan sistem co-produser. Caranya dengan memberikan kesempatan kepada orang sebanyak-banyaknya untuk menjadi co-produser hanya dengan berkontribusi sebesar Rp 100.000.
    “Banyak sineas yang terkendala buat film karena biaya produksi yang besar. Namun, percayalah, ada banyak cara selain yang dilakukan produser-produser film mainstream. Ini saya lakukan di film terbaru saya ‘Demi Ucok’, yang ternyata membuahkan hasil,” kata Sammaria.
Sosialisasi ACFI Medan
     Film itu sebenarnya berkisah sederhana. Seorang ibu, diperankan oleh Mak Gondut—yang tak lain adalah ibu dari Sammaria—divonis berumur setahun lagi oleh dokter. Konflik muncul ketika putrinya masih terobsesi membuat film senilai Rp 1 miliar. Padahal, sang ibu menginginkan putrinya agar menikah segera. “Ibu akan memberimu satu miliar, asaaaaalllll, kau menikah dengan Batak,” kata sang ibu.
     Namun, sang putri yang diperankan Geraldine Sianturi tetap ngotot ingin memproduksi film, walau bagaimana pun caranya untuk mendapatkan biaya produksi yang begitu besar. Konflik ini dibalut dengan adegan-adegan realis namun penuh unsur tawa. Asal tahu saja, “Semua tim produksi hampir semua tidak punya basic di film. Termasuk ibu saya. Itu menjadi kendala terberatnya, men-direct ibu sendiri,” ujar Sammaria seraya tertawa lepas.
     Film ini mendapat respon luar biasa, dan juga mendapat 8 nominasi di FFI. Antara lain Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Penulis Cerita Asli Terbaik, Penulis Skenario Terbaik, Pengarah Artistik Terbaik, Penata Suara Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik, dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik. Oleh majalah Tempo, film ini disebut sebagai salah satu film Indonesia terbaik tahun ini. Di ajang FFI 2012, Mak Gondut pun diganjar penghargaan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.
Sosialisasi ACFI Medan 
     Selain berbicara banyak mengenai proses pembuatan film Demi Ucok, pada kesempatan yang sama juga diputar dua film pendek Sammaria berjudul “Emit” dan “Jupe”. Keduanya telah mendapat pengakuan di ajang penghargaan film indie di Eropa. Juga diputar film pendek karya sineas lokal Opique Pictures berjudul “Nggak Belok Lagi”.
    Yang tidak kalah menarik ialah diskusi tentang film lokal Medan. Rius Suhendra, sutradara film “Golden Egg” bercerita bagaimana proses mendapatkan sponsor. Film berbahasa Hokkien itu juga mendapat respon yang luar biasa dari kalangan penikmat film lokal dengan penjualan DVD sebanyak 200 ribu keping. Keuntungan film juga cukup fantastis, mencapai Rp 400 juta.
    Pengamat film Medan, dr. Daniel yang hadir sebagai narasumber dadakan mengatakan, sebenarnya ada banyak orang-orang kreatif di industri film lokal Medan. Sayangnya, para sineas masih sering terkendala dalam hal biaya produksi. Alhasil, banyak ide pembuatan film yang tidak terwujud.
   Taufik Pasaribu dari Opique Pictures mengakui kendala itu. “Cara yang sering kami lakukan untuk mendapatkan dana ialah dengan bekerjasama dengan sejumlah pihak yang terlibat di film. Kami juga melakukan pemutaran film gaya layar tancap untuk mendapatkan kontribusi dari penonton.”
Sosialisasi ACFI Medan
     Sammaria menganggap upaya mendatangi penonton seperti yang dilakukan Rius dan Taufik merupakan salah satu cara indie mengatasi biaya produksi yang besar. “Beda dengan produser film mainstream, sineas indie memang harus lebih agresif ke penonton,” katanya.
    Tri Damayantho dari Indonesia Kreatif, selaku pelaksana mengatakan, event ini dilakukan berkaitan dengan program Kemenparekraf “Aku Cinta Film Indonesia” yang telah diluncurkan belum lama ini. “Film Indonesia itu bukan hanya film berbahasa Indonesia, bisa juga film berbahasa lokal dengan mengetengahkan kedekatan budaya lokal,” katanya. Film ini seperti ini, kata Tri, masih memiliki peluang besar untuk digarap para sineas Indonesia.