Gerakan “Aku Cinta Film Indonesia”

http://www.indonesianfilmcenter.com/files/135573202105.jpg
Kementrian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia meluncurkan gerakan “AkuCinta Film Indonesia”. Diawali dari event peluncuran logo di hotel Borobudur, ballroom Grand Manhattan, kamis, 13 Desember 2012.
Acara berupa peluncuran logo yang diresmikan oleh Mumus Muslim, direktur pengembangan Industri Perfilman kemenparekraf dan Ukus Kuswara selaku Sekretaris Jendral Kemenparekraf.
kemudian dilanjutkan oleh pemutaran video Public Service Annoucement (PSA) tentang film Indonesia. Ada juga performing art yang dibawakan oleh pantomime senior Indonesia, Septian Dwi Cahyo yang menggabungakan seni klasik ini dengan multimedia modern. Sebagai intermezzo, Luqman Baehaqi melakukan stand up comedy dan Vero Yudhistira dari International Magician Socety Indonesia (IMS Indo) sebagai opening act nya.
Tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah “mengajak masyarakat untuk mengapresiasi film Indonesia. Selain itu juga menggali animo masyarakat terhadap film Indonesia. Dengan demikian diharapkan para produser film di Indonesia dapat mengakomodasi inspirasi masyarakat dan membuat film yang sesuai dengan pasar.” Jelas Mumus Muslim.
Lalu, apa itu gerakan “Aku Cinta Film Indonesia”? gerakan ini merupakan “sebuah sarana komunikasi antara masyarakat dan pembuat film (filmmaker). karena kampanye ini didukung penuh oleh Kemenparekraf, diharapkan akan diikuti dengan mediasi-mediasi antara para pemangku kepentingan seperti Masyarakat, Akademisi, Pemerintah dan pelaku film, sehinggga masyarakat Indonesia dapat mengenal, bangga, mencintai dan menonton karya-karya film Indonesia serta meningkatkan  citra  Indonesia  sebagai  bangsa yang  kreatif.” Jelas Mumus lagi.
Sosialisasi awal gerakan ini akan dimulai dengan diadakannya sosialisasi di 4 kota. Medan(tanggal 18 Desember), Makassar (tanggal 18 Desember), Surabaya (tanggal 21 Desember), dan Yogyakarta (tanggal 21 Desember). Sosialisasi ini akan diisi oleh bincang bincang dengan filmmaker, tokoh masyarakat, games, serta nonton bareng. Diharapkan dengan sosialisasi awal ini, masyarakat akan tergerak untuk ikut mendukung film Indonesia. Tidak hanya menjadi penikmat dan pengkritik, tapi juga berperan aktif dalam memajukannya.   
Jadi, sudah siapkah kita semua mendukung dan mencintai film negeri sendiri?